Dihujat Netizen, Facebook Blokir Total Fitur Canggih Baru Rilis

Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
Senin, 13/07/2026 11:40 WIB
Foto: Facebook (REUTERS/Dado Ruvic)

Jakarta, CNBC Indonesia - Meta mengumumkan memblokir fitur berbasis AI yang baru diluncurkan pada media sosial milik perusahaan. Penutupan dilakukan menyusul kritikan tajam pada fitur terkait masalah privasi.

Bernama Muse Image, fitur ini dapat mengedit gambar yang dihasilkan dengan sketsa menggunakan input foto. Fitur merupaakan produk pertama dari Meta Superintelligence Labs yang terintegrasi dengan Meta AI.


Setelah dirilis minggu lalu, banyak orang yang mengkritiknya. Sebab fitur menggunakan persetujuan otomatis bagi pengguna.

Salah satunya adalah serikat aktor dan profesional media, SAF-AFTRA yang mendesak anggota dan pengguna Instagram untuk menolak fitur.

"Segala sesuatu selain persetujuan yang jelas dan mencolok untuk penggunaan gambar pengguna Instagram tidak bisa diterima, dan salah perhitungan pada sentimen publik soal bahaya dan kerugian pada penggunaannya," kata SAG-AFTRA.

Dengan cepat Meta memutuskan menghapus fitur ini. Raksasa media sosial menyebutkan keputusan itu berdasarkan masukan yang menyebut fitur tidak sesuai harapan.

"Tujuan kami menyediakan alat kreatif yang bermanfaat dan dapat memberikan kendali apakah konten publik bisa dirujuk dengan cara ini," jelas Meta dikutip dari Reuters, Senin (13/7/2026).

"Kami mendengarkan masukan fitur ini tidak sesuai harapan, jadi tidak lagi tersedia," Meta menambahkan.

SAG-AFTRA menyambut baik keputusan Meta dan menyebutnya sebagai langkah yang bertanggung jawab.

Pihak serikat pekerja untuk mengingatkan soal bahaya aktivitas mereplikasi secara digital tanpa persetujuan. Keberadaan fitur dengan konsep itu merupakan tindakan tidak bijaksana.

"Mengingat bahaya replika digital tanpa persetujuan sudah diketahui umum, fitur yang mendorong aksi itu merupakan tindakan tidak bijaksana," jelas juru bicara SAG-AFTRA.


(fab/fab) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Intip Potensi Tokenisasi Aset Jadi Investasi Digital Masa Depan