Bos Besar ChatGPT Mengundurkan Diri, Alasannya Bikin Miris
Jakarta, CNBC Indonesia - Salah satu bos besar OpenAI, Fidji Simo, mengumumkan mundur dari raksasa teknologi pembuat ChatGPT pada Kamis (10/7/2026). Simo merupakan Kepala Produk dan Bisnis OpenAI yang merupakan tokoh penting dalam upaya perusahaan mengembangkan Artificial General Intelligence (AGI).
Dalam pengumumannya, Simo mengungkap keputusan mengundurkan diri dari jabatannya ditengarai urusan kesehatan. Ia ingin fokus dalam pemulihan setelah mengidap eksaserbasi parah dari penyakit kronis.
Simo didiagnosa mengidap Sindrom Takikardia Ortostatik Postural, atau POTS, pada 2019 lalu. Ia mengaku telah menghabiskan waktu yang tak terhitung banyaknya di tempat praktik dokter, menghadapi berbagai gejala terkait penyakitnya, menjalankan pengobatan, mengurus asuransi, menghadapi ketidakpastian, serta segala pekerjaan tak terlihat yang menyertai perannya sebagai pasien.
Pada April lalu, Simo mengambil cuti panjang untuk urusan kesehatan. Kala itu, Presiden OpenAI Greg Brockman mengambil alih tugasnya dalam pengembangan produk.
"Saat saya mengambil cuti, banyak orang mengatakan saya berani karena memprioritaskan kesehatan saya," tulis Simo dalam unggahan di X, dikutip dari CNBC International, Jumat (10/7/2026).
"Kenyataannya, saya baru mengambil keputusan ini sekarang karena sebelumnya saya gagal melakukannya berkali-kali," ia menambahkan.
Simo mengatakan ke depannya ia masih akan 'membantu' OpenAI sebagai penasihat paruh waktu.
OpenAI merekrut Simo pada Mei 2025 untuk memimpin bisnis aplikasi perusahaan. CEO Sam Altman dalam sebuah memo kala itu mengatakan Simo akan berfokus untuk memampukan fungsi-fungsi 'tradisional' perusahaan agar dapat berkembang seiring OpenAI memasuki fase pertumbuhan berikutnya.
Bulan lalu, OpenAI secara diam-diam mengajukan permohonan IPO, seminggu setelah pesaingnya, Anthropic, melakukan hal yang sama. Namun, perusahaan tersebut belum memberikan jadwal pasti untuk debut di pasar publik dan kabarnya menunda rencana itu setidaknya hingga tahun depan.
Simo sebelumnya menjabat sebagai CEO Instacart, di mana ia membawa perusahaan tersebut melantai di bursa saham dan turut mengakhiri masa paceklik IPO teknologi terlama dalam tiga dekade. Ia juga menghabiskan lebih dari satu dekade dalam posisi kepemimpinan di Meta, termasuk menjabat sebagai kepala Facebook dari 2019 hingga 2021.
"Dua tahun setelah saya jatuh sakit, Facebook menawarkan kesempatan bagi saya untuk mengambil cuti medis selama satu tahun penuh. Saya bahkan tidak berpikir dua kali untuk mempertimbangkannya. Saya langsung menolaknya," tulis Simo pada hari Kamis.
Ia menambahkan bahwa CEO Mark Zuckerberg "mengatakan kepada saya untuk berpikir jangka panjang. Seandainya saja saya mendengarkannya."
Dalam sebuah unggahan di X, Altman menyatakan rasa terima kasihnya atas kontribusi Simo bagi perusahaan, "serta bersyukur atas persahabatan kami dan sosok pribadinya."
(fab/fab) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]