Alibaba Jualan Rumah Online, Dikirim dari China ke Seluruh Dunia
Jakarta, CNBC Indonesia - E-commerce asal China, Alibaba menawarkan barang tidak biasa dalam platformnya. Pengguna bisa membeli rumah secara online prefabrikasi rakitan sendiri (DIY) dan bisa dikirimkan ke luar negeri.
Hal inilah yang dicoba dilakukan oleh pemilik kanal YouTube Grateful Off-Grid. Paket rumah seluas 71,5 meter persegi berhasil menyeberangi Samudra Pasifik dan sampai ke AS.
Saat tiba, paket pembelian hadir dalam kontainer dan langsung diubah menjadi sebuah rumah mungil dalam waktu sehari. Harganya juga terbilang rumah untuk menyewa rumah di AS.
Alibaba menjual rumah itu senilai US$15.800 (Rp 286,8 juta) dan totalnya mencapai US$28.689 (Rp 520,8 juta) dengan tambahan biaya lainnya.
"Setelah ditambah dengan biaya pengiriman, bea masuk dan semua biaya lain, totalnya menjadi US$28.689," kata akun YouTube itu, dikutip dari China Daily, Jumat (10/7/2026).
Ternyata rumah prefabrikasi buatan China hadir dalam bentuk yang beragam, dari rumah mungil hingga sebuah vila kelas atas untuk penggunaan sekitar 50 tahun.
Harganya juga bervariasi, ada yang di bawah US$10 ribu (Rp 181,5 juta) hingga US$30 ribu-US$100 ribu (Rp 544,5 juta-Rp 1,8 miliar) untuk rumah berukuran besar dan mewah.
Rumah prefabrikasi ini juga tengah naik daun. Dalam tren pencarian online, perusahaan intelijen pasar ShelfTrend mengatakan kata kunci prefabrikasi di AS telah meningkat tajam lebih dari 450 ribu selama satu bulan, diikuti rumah modular lebih dari 201 ribu dan rumah prefabrikasi lebih dari 165 ribu.
Sementara itu, perusahaan riset Mordor Intelligence memperkirakan pasar rumah prefabrikasi global mencapai US$152,74 miliar (Rp 2.700 triliun) tahun 2026 ini. Angkanya akan terus bertumbuh menjadi US$210,33 miliar (Rp 3.800 triliun) pada 2031.
Bukan hanya AS, rumah serupa juga diminati di negara lain. Pendiri Luban Cabin, Serena He mengatakan produknya laku di Asutralia, Selandia Baru hingga Timur Tengah.
"Di Australia dan Selandia Baru, unit kami populer untuk glamping dan perkemahan liburan, sementara Timur Tengah untuk wisata gurun kelas atas," kata Serena.
(dem/dem) Add
source on Google