Jualan HP Lagi Susah, Model Ini Malah Laku Keras Sampai Pecah Rekor

Redaksi, CNBC Indonesia
Kamis, 09/07/2026 15:45 WIB
Foto: Intan Rakhmayanti

Jakarta, CNBC Indonesia - Industri HP global sedang terguncang gara-gara krisis kelangkaan chip memori, imbas 'ledakan' teknologi kecerdasan buatan (AI). Ketidakseimbangan antara pasokan-suplai chip memori membuat biaya komponen melonjak drastis, sehingga memaksa pabrikan HP menyesuaikan harga.

Kenaikan harga HP berpotensi menggerus pertumbuhan permintaan dari konsumen, terlebih di saat kondisi ekonomi global sedang terguncang gara-gara konflik geopolitik.


Pada Juni 2026, firma riset Counterpoint mengeluarkan proyeksi baru yang menyebut pengapalan HP global sepanjang 2026 akan anjlok 13,9% secara tahun-ke-tahun (YoY) menjadi 1,08 miliar unit. Angka itu menandai jumlah pengapalan paling rendah secara tahunan sejak 2013, serta menunjukkan kontraksi yang lebih dalam dibandingkan proyeksi pada Februari 2026, dengan penurunan 12,4% YoY.

Kendati demikian, agaknya model-model 'flagship' masih lebih aman ketimbang model-model yang menyasar segmen 'entry-level'. HP kelas bawah cenderung lebih memprioritaskan volume ketimbang margin laba. Jika harga komponen naik, akan sulit untuk memposisikan diri di tengah persaingan yang sengit.

Samsung Galaxy S26 Laku Keras

Di tengah tekanan terhadap industri HP, terbukti perangkat kelas atas masih ramai diserbu, terutama dari merek kawakan seperti Samsung dan Apple. Menurut laporan terbaru dari EInfoMax, Samsung berhasil menjual 3 juta unit Galaxy S26 hanya dalam 117 hari di Korea Selatan.

Pencapaian itu membuat Galaxy S26 sebagai seri Galaxy S yang paling cepat terjual di Korea Selatan. Sebanyak 70% pemesanan awal (pre-order) ditujukan untuk model paling premium, yakni Galaxy S26 Ultra. Penjualan seri Galaxy S26 disebutkan paling kencang di Korea Selatan dan Amerika Serikat (AS).

Sebagai perbandingan, seri Galaxy S25 yang rilis pada 2025 membutuhkan waktu 6 bulan untuk mencapai angka penjualan Galaxy S26 selama kurang dari 3 bulan. Galaxy S25 diluncurkan pada Februari 2025 dan tembus penjualan 3 juta unit pada awal Agustus 2025.

Para analis mengatakan kinerja moncer Galaxy S26 disokong fitur-fitur unggulan yang ditawarkan, mulai dari 'Privacy Display' hingga pengalaman 'Galaxy AI' yang ditingkatkan. Selain itu, Samsung juga tetap kompetitif soal patokan harga.

Perusahaan telah memposisikan seri Galaxy S26 sebagai jajaran smartphone AI generasi ketiganya, dengan lebih banyak fitur Galaxy AI yang berjalan langsung di perangkat alih-alih mengandalkan pemrosesan berbasis cloud.

Meskipun seri Galaxy S26 mencatatkan awal yang kuat dalam hal penjualan, para analis terus memantau dengan saksama apakah momentum tersebut dapat dipertahankan.


(fab/fab) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video:Jurus Komdigi Dorong Kemandirian Teknologi & Jamin Keamanan Data