Mantan Karyawan Apple Sekarang Bikin Pengganti iPhone Merek China
Jakarta, CNBC Indonesia - Produsen kacamata pintar asal China, Even Realities Technology, menyandang status unicorn setelah meraih pendanaan senilai US$150 juta atau sekitar Rp2,7 triliun.
Putaran pendanaan pra-Seri B tersebut diikuti sejumlah investor besar, termasuk Meituan dan Tencent, sehingga valuasi perusahaan tembus US$1 miliar.
Pendiri sekaligus CEO Even Realities, Will Wang, merupakan mantan karyawan Apple yang bekerja di perusahaan tersebut pada 2016 hingga 2018. Selama di Apple, ia terlibat dalam pengembangan hingga produksi massal Apple Watch dan iPhone.
Kini, Wang membidik pasar perangkat wearable berbasis kecerdasan buatan (AI) yang saat ini didominasi Meta Platforms. Kacamata pintar sendiri kerap digadang-gadang sebagai perangkat pengganti HP di masa depan. Industri ini makin berkembang, terlihat dari beberapa perusahaan teknologi yang ramai mengembangkannya, seperti Meta, Apple, Snap.
Kembali ke Even Realities Technologies, perusahaan yang berbasis di Shenzhen itu mengatakan dana segar tersebut akan digunakan untuk mengembangkan platform kacamata pintar generasi berikutnya, memperdalam integrasi AI, memperluas operasi global, serta mempercepat inovasi produk.
Even Realities menjadi salah satu perusahaan yang ikut meramaikan persaingan perangkat AI global bersama Meta Platforms. Di China, Alibaba juga telah meluncurkan kacamata AI Quark pada Februari lalu.
Didirikan pada 2023, Even Realities meluncurkan kacamata pintar Even G2 pada akhir tahun lalu. Produk tersebut hadir dengan layar yang lebih besar namun menggunakan bingkai yang lebih ringan. Bersamaan dengan itu, perusahaan juga memperkenalkan cincin pintar Even R1 yang dapat mengendalikan tampilan pada Even G2.
Perusahaan menyebut visi pengembangan Even G2 sebagian besar terinspirasi dari pengalaman Wang selama bekerja di Apple.
Berbeda dengan lini Ray-Ban milik Meta yang dilengkapi kamera, kacamata andalan Even G2 tidak memiliki kamera maupun perangkat perekam. Sebagai gantinya, perangkat tersebut menampilkan notifikasi, navigasi, hingga terjemahan langsung melalui layar heads-up display yang tertanam di dalam lensa. Pendekatan ini dipilih perusahaan untuk lebih mengutamakan privasi pengguna.
"Masa depan bukan lagi soal mengeluarkan perangkat setiap kali membutuhkan informasi. Masa depan adalah memiliki informasi yang tepat tersedia tepat saat dibutuhkan, sambil tetap sepenuhnya hadir di dunia di sekitar kita," kata Wang, dikutip dari CNBC Internasional, Selasa (7/7/2026).
Even Realities mengungkapkan lebih dari separuh penggunanya berasal dari Amerika Serikat. Sekitar 80% pengembang perangkat lunaknya juga berada di negara tersebut.
Pasar Kacamata Pintar Melonjak
Di sisi lain, pasar kacamata pintar global terus menunjukkan pertumbuhan pesat. Berdasarkan laporan firma riset IDC, pengiriman kacamata pintar dunia melonjak 167% secara tahunan pada kuartal I, mencapai 2,25 juta unit.
Meta masih memimpin pasar dengan pangsa hampir 70%, diikuti produsen kacamata augmented reality Shenzhen RayNeo Technology serta raksasa elektronik asal China, Xiaomi.
IDC menyebut pertumbuhan tersebut didorong semakin luasnya adopsi kacamata pintar tanpa layar (display-less smart glasses), terutama berkat kesuksesan kolaborasi Meta dengan Ray-Ban.
Ke depan, IDC memperkirakan pengiriman kacamata pintar global, termasuk perangkat dengan layar maupun fungsi virtual reality (VR), akan meningkat lebih dari dua kali lipat hingga mencapai 50 juta unit pada 2030.
Sejak berdiri, Even Realities banyak didanai oleh perusahaan modal ventura dan private equity asal China, termasuk CDH Investment, Monolith Management, dan CVC Capital. Pada Januari lalu, perusahaan juga memperoleh pendanaan dengan nilai yang tidak diungkapkan dari Unicorn Capital Partners yang berbasis di Hong Kong serta Cyanhill Capital.
Di pasar domestik, pesaing utama Even Realities adalah Rokid yang memiliki valuasi mencapai US$2,58 miliar berdasarkan data PitchBook, setelah mengantongi pendanaan US$522 juta pada Maret lalu. Sementara itu, RayNeo, yang merupakan perusahaan binaan TCL Electronics, memiliki valuasi sekitar US$239,9 juta.
(fab/fab) Add
source on Google