Kiamat HP Makin Dekat, 200 Orang Siapkan Perangkat Penggantinya
Jakarta, CNBC Indonesia - OpenAI semakin serius menciptakan perangkat AI pengganti ponsel. Perusahaan pembuat ChatGPT itu telah mempekerjakan lebih dari 200 orang untuk mengerjakan sejumlah perangkat barunya.
Laporan The Information menyebutkan ratusan orang itu akan mengerjakan perangkat berbasis AI mencakup speaker pintar dan kacamata pintar dan lampu pintar.
Menurut laporan yang sama, perangkat pertama yang akan diluncurkan adalah speaker pintar. Dua orang sumber menyebutkan harganya dibanderol berkisar US$200-300 dan akan dikirim pada Februari 2027 mendatang, dikutip dari Reuters, Senin (23/2/2026).
Speaker itu dikabarkan akan dilengkapi dengan kamera. Jadi perangkat dapat mengumpulkan informasi soal pengguna dan lingkungan yang berada di sekitarnya.
Berikutnya adalah kacamata pintar yang kabarnya baru akan diproduksi massal pada 2028 mendatang.
Pihak OpenAI tidak segera menanggapi permintaan komentar terkait laporan itu.
OpenAI diketahui mengakuisisi startup io Products sebagai tanda perusahaan masuk ke industri perangkat keras. Startup milik mantan desain Apple Jony Ive dibeli tahun lalu dengan harga US$6,5 miliar.
Kabar soal perangkat baru yang diciptakan OpenAI dilaporkan Financial Times sebelumnya. Laporan itu menyebutkan perangkat-perangkat yang akan diluncurkan OpenAI tidak akan sebesar HP, dan dipasangkan seperti kamera, mikrofon, dan speaker.
Times of India juga telah mengungkapkan laporan seperti apa perangkat yang diinginkan OpenAI. Perusahaan disebut ingin menciptakan perangkat tanpa layar yang bisa menginterpretasi dan merespon lingkungan fisik dengan perintah berbentuk audio maupun visual.
Namun OpenAI menemukan sejumlah masalah. Salah satu yang terbesar adalah daya komputasi.
Seseorang yang dekat dengan Ive menyebut adanya kekurangan sumber daya komputasi layak untuk menjalankan proyek tersebut. OpenAI masih kesulitan mendapatkannya dibandingkan sejumlah raksasa teknologi yang juga mengerjakan AI.
"Amazon memiliki daya komputasi untuk Alexa, begitu juga dengan Google. Namun, OpenAI kesusahan memdapat komputasi yang cukup untuk ChatGPT, apalagi untuk perangkat AI. Mereka harus menyelesaikan masalah ini terlebih dahulu," kata sumber tersebut.
OpenAI juga menghadapi masalah terkait asisten yang terpersonalisasi untuk suara dan sikap asisten serta bertujuan menciptakan asisten seperti teman. Tantangan lainnya adalah terkait keseimbangan obrolan dan privasi.
(dem/dem) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]