Prabowo-Modi Sepakat QRIS RI Bakal Bisa Dipakai di India
Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan perkembangan pembahasan sistem pembayaran lintas negara berbasis kode QR (cross-border QR payment) antara Indonesia dan India. Kerja sama ini diharapkan dapat mempermudah transaksi keuangan sekaligus mempererat hubungan ekonomi kedua negara.
Dalam keterangan pers bersama Perdana Menteri India Narendra Modi, Prabowo mengatakan Indonesia dan India berkomitmen meningkatkan perdagangan bilateral melalui percepatan pembahasan Indonesia-India Trade Agreement serta peninjauan peningkatan (upgrading) ASEAN-India Trade in Goods Agreement.
Selain kerja sama perdagangan, kedua negara juga membahas penguatan sektor keuangan, termasuk pengembangan sistem pembayaran lintas batas berbasis QR.
"Guna memperkuat kerja sama sektor keuangan, kami menyambut baik kemajuan pembahasan sistem pembayaran lintas batas berbasis QR (cross-border QR payment) antara Indonesia dan India," kata Prabowo.
Menurut Prabowo, implementasi sistem tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi transaksi keuangan serta memperkuat konektivitas sektor keuangan kedua negara.
Di tengah ketidakpastian ekonomi global, Indonesia dan India juga sepakat memperluas kerja sama di sektor energi. Kerja sama itu mencakup pengembangan proyek pembangkit listrik tenaga surya, pertukaran teknologi, hingga peningkatan kapasitas di bidang teknologi nuklir.
Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) menargetkan layanan QRIS dapat digunakan di delapan negara mitra. Selain Malaysia, Thailand, Singapura, dan Jepang yang telah menjadi fokus pengembangan, BI juga membidik China, Korea Selatan, India, hingga negara-negara Timur Tengah seperti Arab Saudi sebagai tujuan ekspansi sistem pembayaran digital nasional tersebut.
Dengan masuknya India dalam pembahasan kerja sama QR lintas batas, QRIS berpotensi memperluas jangkauan transaksi digital masyarakat Indonesia di salah satu negara dengan populasi terbesar di dunia.
(haa/haa) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]