Internet Murah 100 Mbps Segera Tiba di RI, Komdigi Ungkap Jadwalnya

Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
Selasa, 07/07/2026 16:10 WIB
Foto: Ilustrasi internet (REUTERS/Mal Langsdon)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indonesia ditargetkan bisa memiliki kecepatan internet nasional rata-rata mencapai 100 Mbps dalam dua tahun ke depan. Selain itu, masyarakat bisa mendapatkan harga yang makin murah ke depannya.

"Kita berkomitmen menembus 100 Mbps kira kira di dua tahun mendatang secara merata dan juga dengan harga yang makin murah," kata Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria dalam keterangan resminya, dikutip Selasa (7/7/2026).


Dia mengatakan akses internet yang berkualitas telah jadi kebutuhan dasar masyarakat. Untuk itu, pemerintah memastikan pembangunan bisa menjangkau seluruh wilayah dan mendukung pertumbuhan ekonomi digital.

Target kecepatan internet akan diwujudkan dengan percepatan pembangunan infrastruktur digital, peningkatan investasi operator telekomunikasi, dan perluasan akses internet. Dengan begitu, masyarakat bisa mendapatkan layanan lebih cepat, merata dan terjangkau.

Komdigi juga mendorong operator telekomunikasi meningkatkan investasi jaringan. Termasuk dengan memperluas pembangunan serat optik, memperkuat layanan fixed broadband, dan pemanfaatan teknologi satelit untuk mencapai wilayah yang belum terlayani dengan optimal.

"Kemarin kita juga mendorong operator seluler dan perusahaan telekomunikasi untuk meningkatkan belanja modal mereka sehingga dapat menjangkau daerah daerah pinggiran. Tujuannya agar masyarakat memperoleh akses internet yang semakin terjangkau dengan kualitas layanan yang semakin baik," jelasnya.

Dia mengatakan pemeratan akses internet masih jadi pekerjaan besar pemerintah. Sebab laporan wilayah tanpa sinyal masih ditemukan meskipun pembangunan infrastruktur digital terus dilakukan.

Wilayah tanpa sinyal itu termasuk di sejumlah daerah di Pulau Jawa. Dia mengatakan perlu mengatasi masalah wilayah yang masih masuk dalam kategori blank spot.

"Kita harus menutup kesenjangan infrastruktur dan konektivitas yang masih ada, termasuk mengatasi wilayah wilayah yang masih mengalami blank spot," dia menjelaskan.

Penguatan jaringan di Indonesia dilakukan dengan pembangunan infdrastruktur di wilayah tertinggal melalui program pemerintah. Selain itu juga dilakukan dengan kombinasi serat optik, layanan broadband tetap dan konektivitas satelit.


(fab/fab) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Strategi Sangfor Mengamankan Infrastruktur Digital