Amerika Teriak Maling, China Balas Dendam Langsung Blokir Total

Redaksi, CNBC Indonesia
Senin, 06/07/2026 16:40 WIB
Foto: Bendera Amerikas Serikat (AS) dan China. (REUTERS/Florence Lo/Illustration/File)

Jakarta, CNBC Indonesia - Perang teknologi antara Amerika Serikat (AS) dan China kembali memanas. Beberapa saat lalu, Anthropic yang berasal dari AS menuduh Alibaba asal China 'mencuri' kemampuan model AI Claude miliknya secara ilegal.

Alibaba tak terima dengan tuduhan tersebut dan langsung memerintahkan pemblokiran total. Seluruh karyawan Alibaba dilarang menggunakan Claude Code milik Anthropic saat bekerja.


Claude Code menuai sorotan karena fitur-fiturnya yang dapat membantu mengidentifikasi pengguna yang terkait dengan China, menurut seseorang yang mengetahui perihal perintah tersebut. Tool asisten pengkodean tersebut dirancang untuk pengembangan software.

Tool ini menjadi sangat populer di kalangan programmer di China, meskipun Anthropic sudah menerapkan pembatasan akses terhadap pengguna dan entitas di China.

Sumber dalam mengatakan karyawan Alibaba diminta untuk beralih menggunakan platform pengkodean buatan perusahaan yang dinamai Qoder, dikutip dari Reuters, Senin (6/7/2026).

Alibaba dan Anthropic tidak segera merespons permintaan komentar dari Reuters. Alibaba belum secara publik menanggapi tuduhan yang dilemparkan Anthropic sebelumnya.

Pada bulan lalu, Anthropic mengatakan pihaknya mengalami serangan 'distilasi' dari Alibaba. Serangan tersebut merupakan upaya yang melibatkan pelatihan model AI 'kurang canggih' berbasiskan hasil dari model AI yang lebih canggih.

Dalam surat kepada dua senator AS yang dilihat Reuters, Anthropic mengatakan serangan distilasi itu membantu mempercepat kemampuan model AI asal China untuk menyamai kemampuan Mythos Preview buatan Anthropic.

Adapun pemblokiran Alibaba terhadap Claude Code muncul hanya beberapa hari setelah para pengembang mengatakan Claude Code memiliki mekanisme yang memeriksa lingkungan pengguna, termasuk informasi terkait zona waktu dan proksi, serta menyisipkan penanda samar ke dalam prompt yang dikirim ke server Anthropic.

Seorang karyawan Anthropic menulis di platform X bahwa fitur tersebut merupakan bagian dari eksperimen yang diluncurkan pada Maret 2026. Tujuannya mencegah mencegah penyalahgunaan akun oleh pengecer tidak resmi dan melindungi dari distilasi model.

Sumber yang berbicara kepada Reuters mengenai larangan Alibaba tersebut mengatakan bahwa pembatasan Anthropic yang menyasar China sulit diterapkan terhadap pengguna individu, karena mereka dapat menggunakan server di AS dan membuat lalu lintas data tampak seolah-olah berasal dari sana.

Namun, perusahaan-perusahaan lebih menyadari risiko hukum dan kepatuhan, tambah orang tersebut.

Gara-gara kebijakan protektif pengembang model AI AS yang berupaya mencegah akses, penjualan kembali, dan penyulingan sistem mereka tanpa izin, perusahaan cloud dan AI China telah beralih ke model domestik dan sumber terbuka seperti DeepSeek, Qwen milik Alibaba, Moonshot, dan Zhipu.

Pada saat yang sama, model AI China makin merambah pasar AS - sebuah perkembangan yang memicu kekhawatiran di antara beberapa pakar industri AS.

Larangan Alibaba pertama kali dilaporkan oleh media China.


(fab/fab) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Perkuat Konektivitas, Komdigi Bangun Jaringan-Lelang Frekuensi