Pria Ini Kerja 50 Tahun di Apple, Ungkap Alasan Tak Pernah Mau Pindah

Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
Senin, 06/07/2026 16:00 WIB
Foto: Chris Espinosa apple. (Tangkapan Layar Apple wiki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Tahun ini menandakan 50 tahun berdirinya Apple. Sebagai salah satu raksasa teknologi dunia, tak heran banyak pegawai yang telah bekerja di sana silih berganti.

Namun di antara itu terdapat satu nama yang masih setia bekerja di Apple selama 50 tahun. Dia adalah Chris Espinosa, pegawai nomor 8 perusahaan.

Espinosa bekerja sejak Apple berdiri 1976 dan dipekerjakan saat usianya masih dini yakni 14 tahun. Saat itu, pendirinya Steve Jobs tengah menulis program untuk komputer Apple II.


"Sangat menyenangkan, karena saat itu orang-orang memulai seluruh industri dari nol. Baik toko komputer atau software komersial, semua hal harus diciptakan," jelas Espinosa kepada The New York Times, dikutip Senin (6/7/2026).

Dua tahun setelah dipekerjakan Jobs, Espinosa mengambil kuliah di Universitas California, Berkeley pada 1978. Meski mengambil cuti dari Apple, dia tetap bekerja paruh waktu di perusahaan termasuk menulis buku panduan pengguna Apple II.

Kemudian Jobs membujuknya keluar dan kembali bekerja paruh waktu di Apple. Dia tak menampik pernah berkeinginan resign, meski akhirnya tak pernah meninggalkan perusahaan hingga sekarang.

"Saya bingung melakukan apa karena tidak punya gelar sarjana dan hanya pernah bekerja di satu perusahaan," jelas dia.

Espinosa bekerja dalam berbagai peran selama masa baktinya 50 tahun di perusahaan. Mengutip Apple Insider, posisinya mulai dari manajer pemasaran System 7 hingga tim tvOS.

Dia juga bekerja saat perusahaan hampir gulung tikar dan sekarang saat kebijakan PHK yang akhirnya diambil.

Nampaknya dia akan bekerja di Apple jauh lebih lama lagi, bahkan tetap berada di sana hingga tutup di masa depan. "Saya di sini saat lampu dinyalakan, dan sebaiknya tetap di sini sampai lampu dimatikan," tegasnya.

Sementara itu, Espinosa menyinggung soal banyaknya perusahaan yang mencoba meniru Apple. Namun mereka yang mencoba melakukannya tidak bisa bertahan karena tidak memahami apa yang dilakukannya.

"Begitu banyak perusahaan teknologi yang mencari gelembung berikutnya dan keluar sebelum meledak. Bukan itu yang kami lakukan," dia menjelaskan.


(dem/dem) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Teknologi Bantu Bisnis Konstruksi Makin Produktif, RI Siap?