Apple Kena Kasus, Utamakan Privasi Pengguna Disebut Bawa Petaka

Novina Putri Bestari,  CNBC Indonesia
20 February 2026 14:35
Logo Apple. (REUTERS/Dado Ruvic)
Foto: Logo Apple. (REUTERS/Dado Ruvic)

Jakarta, CNBC Indonesia - Apple yang dikenal sangat mementingkan privasi pengguna baru saja terkena masalah. Perusahaan terseret ke meja hijau akibat distribusi pornografi anak dalam platform iCloud.

Bahkan Jaksa Agung West Virginia Amerika Serikat (AS), JB McCuskey menuding raksasa teknologi itu hanya memprioritaskan privasi pengguna dibandingkan keselamatan anak.

"Gambar-gambar ini adalah catatan permanen trauma seorang anak, dan anak menjadi korban lagi setiap kali materi dibagikan atau dilihat," kata dia, dikutip dari Reuters, Jumat (20/2/2026).

Gugatan itu terkait langkah Apple soal enkripsi ujung-ke-ujung (end-to-end encryption). Teknologi itu membuat file digital tdak bisa dijangkau di luar pengguna, termasuk Apple dan penegak hukum.

Pihak negara bagian menuding end-to-end encryption memungkinkan konten pelecehan anak bisa menyebar di platform milik Apple.

Kantor McCuskey juga mengutip percakapan pesan teks antar dua karyawan. Salah satunya kepala anti-penipuan Apple yang menyebutkan prioritas privasi Apple menjadikan platform terbaik untuk mendistribusikan pornografi anak.

Selain ganti rugi dan hukuman, gugatan juga memaksa Apple menerapkan desain produk yang aman. Termasuk menerapkan langkah untuk mendeteksi materi terkait pelecehan.

Sementara itu, pihak Apple mengatakan telah menyiapkan sejumlah fitur mencegah anak-anak mengunggah atau menerima gambar telanjang. Misalnya Keamanan Komunikasi yang akan melakukan intervensi pada perangkat anak saat mendeteksi adanya gambar ketelanjangan dalam Messages, membagikan foto, AirDrop, hingga FaceTime.

Bukan hanya itu, Apple berencana meluncurkan fitur untuk pengguna AS melaporkan konten yang tidak pantas lewat fitur Report to Apple. Konten itu termasuk ketelanjangan dan sebelumnya telah diluncurkan di Australia dan Inggris Raya.

Menurut Apple, peluncuran fitur di AS memang telah direncanakan bukan sebagai tanggapan gugatan di West Virginia.

(fab/fab) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Begini Respons TikTok Usai Disuspensi Komdigi


Most Popular
Features