Jangan Asal Pinjam Kabel Charger! Ini Alasannya

Firda Dwi Muliawati, CNBC Indonesia
Minggu, 05/07/2026 17:45 WIB
Foto: Charger hp. (Dok. Pixabay)

Jakarta, CNBC Indonesia - Meminjam kabel charger dari orang lain ternyata bukan sekadar persoalan kebersihan atau kenyamanan. Pakar keamanan siber memperingatkan kabel yang telah dimodifikasi dapat menjadi sarana menanam malware dan mengambil alih perangkat korban.

Tak sedikit orang meminjam kabel charger saat berada di ruang tunggu bandara, hotel, atau tempat umum lainnya. Namun, kebiasaan tersebut sebaiknya dihindari, terutama jika kabel berasal dari pihak yang tidak dikenal.

"Ada hal-hal tertentu dalam hidup yang tidak boleh Anda pinjam," kata Charles Henderson, Global Managing Partner sekaligus Kepala X-Force Red di IBM Security, dikutip Minggu (5/6/2026).


Henderson bahkan mengibaratkan kabel charger seperti pakaian dalam. Menurut dia, jika lupa membawa pakaian dalam saat bepergian, lebih baik membeli yang baru daripada meminjam milik orang lain. Prinsip yang sama, menurutnya, juga berlaku untuk kabel charger.

Sebagai informasi, Henderson memimpin tim peretas etis yang disewa perusahaan untuk menguji keamanan sistem komputer mereka. Ia mengatakan para peretas telah menemukan cara menanamkan malware ke dalam kabel charger yang telah dimodifikasi sehingga dapat digunakan untuk mengambil alih perangkat dari jarak jauh.

Sebagai contoh, Henderson mengungkap demonstrasi yang pernah ditampilkan dalam konferensi peretasan DEF CON di Las Vegas. Seorang peretas dengan nama samaran "MG" memperlihatkan kabel Lightning untuk iPhone yang telah dimodifikasi.

Setelah kabel tersebut digunakan untuk menghubungkan iPod ke komputer Mac, MG dapat mengakses alamat IP kabel dari jarak jauh dan mengambil kendali atas komputer tersebut. Ia bahkan mampu menghapus malware beserta jejak keberadaannya dari jarak jauh.

Meski demikian, Henderson mengatakan penggunaan kabel charger yang telah dimodifikasi untuk menyerang korban masih belum menjadi modus yang meluas. Menurutnya, serangan semacam ini umumnya menyasar target tertentu, bukan dilakukan secara acak.

"Namun, hanya karena kita belum melihat serangan yang meluas bukan berarti hal itu tidak akan terjadi," ujar Henderson.

Ia menjelaskan, teknologi tersebut berukuran sangat kecil sehingga sulit dibedakan dari kabel biasa. Seiring biaya produksinya yang semakin murah, Henderson menilai ancaman penyalahgunaan kabel semacam itu berpotensi meningkat di masa mendatang.

Selain kabel charger, Henderson mengingatkan ancaman yang lebih besar justru datang dari stasiun pengisian daya USB di tempat umum, seperti bandara.

"Kami telah melihat beberapa contoh ketika orang memodifikasi stasiun pengisian daya. Saya tidak berbicara tentang stopkontak listrik, tetapi port USB yang tersedia di stasiun pengisian daya. Berhati-hatilah dengan apa yang Anda colokkan ke perangkat Anda," kata Henderson.


(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Cara BSSN Perkuat Keamanan Siber-Cegah Gangguan Layanan Publik