Ancaman Pengangguran di Mana-Mana, Komen Zuckerberg Tak Terduga

Intan Rakhmayanti Dewi, CNBC Indonesia
Kamis, 02/07/2026 11:00 WIB
Foto: REUTERS/Carlos Barria

Jakarta, CNBC Indonesia - CEO Meta Mark Zuckerberg punya pemikiran yang berbeda soal dampak AI. Di kala banyak orang yang cemas dengan ancaman PHK karena digantikan AI, Zuckerberg malah memberikan komentar tak terduga.

Ia mengaku tak terlalu khawatir soal risiko kehilangan pekerjaan karena perkembangan teknologi. "Namun saya rasa orang-orang berasumsi itu adalah keniscayaan. Sebenarnya saya tidak berpikir begitu," kata Zuckerberg dikutip dari Fast Company, Rabu (1/7/2026).

Situasi perusahaan disebut akan membaik jika berfokus pada kecerdasan super pribadi. Keadaan akan jauh berbalik jika otomatisasi semua pekerjaan berbasis pengetahuan.


"Jika ada keseimbangan sejumlah perusahaan fokus pada peningkatan efisiensi kerja, sementara lainnya berfokus pada visi kecerdasan super personal, di mana memberdayakan individu dan membuat orang lebih produktif, maka itu cukup baik," kata Zuckerberg.

Di Meta sendiri, dia memastikan pengembangan AI mengutamakan pendekatan individu. Kekuatannya berada di tangan masyarakat, bukan bersifat tunggal ataupun terpusat.

"Saya tidak ingin hidup di masa depan saat hanya ada satu AI besar. Saya pikir itu buruk, sehebat apapun AI itu tidak baik," jelasnya.

Selain Zuckerberg, sejumlah pemimpin teknologi juga ikut angkat bicara soal topik hilangnya pekerjaan karena AI. Jensen Huang, bos Nvidia mengatakan AI jadi alasan malas untuk PHK.

Sementara Sam Altman dari OpenAI menjelaskan AI akan menghilangkan lapangan pekerjaan. Kemudian dia mengganti opininya dan mengatakan prediksinya salah.

Pemimpin Anthropic, Dario Amodei punya pendapat yang berbeda yakni 50% pekerjaan kerah putih tingkat pemula kemungkinan akan dihapus oleh AI.


(fab/fab) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video:Jurus Komdigi Dorong Kemandirian Teknologi & Jamin Keamanan Data