Dipanggil Meutya, Meta Ungkap Licinnya Bandar Judi di Instagram

Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
Selasa, 30/06/2026 15:55 WIB
Foto: (CNBC Indonesia/Novina)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengumumkan pembentukan tim bersama dengan platform untuk menanggulangi masalah judi online. Ini disampaikan oleh Menteri Komdigi Meutya Hafid usai pertemuan dengan tim Meta.

"Kita telah menyepakati untuk juga menutup sebuah tim bersama dalam mengatensi permasalahan judi online di platform, terkhusus yang belakangan banyak masukan kepada kami yaitu spam di komentar," kata Meutya di kantor Komdigi, Selasa (29/6/2026).

Bukan hanya Meta, tim ini juga akan diperluas untuk platform lain. Tim itu juga berisi kepolisian, PPATK, OJK, dan BSSN.


Meutya mengatakan modus judol kali ini adalah memenuhi kolom komentar dalam platform atau komentar spam. Kenaikannya mencapai 128% selama enam bulan pertama 2026 ini.

Komdigi mencatat lima platform media sosial dengan kolom komentar spam judol tertinggi. Mulai dari Tiktok tercatat 35%, Facebook 28%, Instagram 22%, Youtube 10%, X 5%.

"Jadi kalau kita lihat modus ini menyeluruh, menyasar berbagai platform, tidak hanya kepada 1 platform. Kemudian perubahan ini menunjukkan bahwa pelaku tidak bergantung, saya ulangi, kepada 1 platform tapi menyeluruh kepada 5 platform," jelasnya.

Director of Public Policy Southeast Asia Meta, Sarim Aziz memastikan pihaknya tidak mengizinkan pengiklan menargetkan iklan judi di Indonesia. Sejauh ini, pihak perusahaan telah menurunkan 61 juta konten judi sepanjang 2025.

Beberapa hal dilakukan pelaku untuk menghindari deteksi. Mulai dari menggunakan kata kunci yang tidak berbahaya untuk menghindari deteksi dan menyisipkan link dalam kolom komentar akun lain.

"Mereka mulai menggunakan kata kunci yang tampak tidak berbahaya [benign] untuk menghindari deteksi. Dan terkadang mereka menggunakan kolom komentar untuk mengarahkan orang ke situs pihak ketiga demi membawa mereka ke situs judi tersebut," kata Sarim.

Sarim menjelaskan pertarungan judi online terus berlangsung. Namun di sisi lain juga menghadapi banyak tantangan dan menjadi masalah di lintas negara untuk meraup keuntungan.

Masalah ini juga tidak bisa diselesaikan sendiri. Melainkan membutuhkan kerja sama dengan berbagai pihak.

"Saya kira di sinilah industri, perusahaan-perusahaan seperti Meta, aparat penegak hukum, dan Komdigi harus bekerja sama untuk mengganggu [disrupt] perilaku pelaku jahat tersebut," ucapnya.


(dem/dem) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Youtube-Instagram Langgar Hukum,Google & Meta Diperiksa Komdigi