Nasib Fresh Graduate Memprihatinkan, Cari Kerja Makin Susah

Novina Putri Bestari,  CNBC Indonesia
29 June 2026 18:30
10 Provinsi dengan Tingkat Pengangguran Tertinggi, Ada DKI-Jawa Barat
Foto: Infografis/ 10 Provinsi dengan Tingkat Pengangguran Tertinggi, Ada DKI-Jawa Barat/ Ilham Restu

Jakarta, CNBC Indonesia - Perkembangan adopsi AI makin membuat manusia kesulitan untuk bekerja. Tak terkecuali fresh graduate atau mereka yang baru lulus makin sulit untuk mendapatkan pekerjaan.

Di Swiss, fenomena tersebut banyak dijumpai. Adopsi AI yang masif membuat sejumlah perusahaan tidak banyak menawarkan posisi lowongan pekerjaan junior bagi mereka yang baru lulus kuliah.

Fenomena ini ditemukan dalam sebuah penelitian yang dilakukan portal pekerjaan Swiss, jobsch. Riset dilakukan pada 7,3 juta iklan lowongan pekerjaan dan survei kepada lebih dari 3.600 pekerja.

Mengutip Reuters, dari laporan itu ditemukan proposi lowongan kerja tingkat pemula yang diiklankan di Swiss pada 2025 lebih rendah 32% dibandingkan 2019-2022. Periode itu adalah saat fase pra-AI.

Pekerjaan yang paling terdampak dengan adopsi AI masif seperti pemasaran, administrasi, keuangan dan IT, dikutip dari Reuters, Senin (29/6/2026).

Keterampilan AI juga makin dicari di luar pekerjaan terkait bidang teknologi. Tawaran untuk posisi senior pada peranan yang terpapar AI meningkat 26% pada 2025, di sisi lain penurunan terjadi pada pegawai junior berjumlah 165.

Namun posisi junior tetap diminati pada permintaan di luar kantor dan penelitian. Kebanyakan terjadi pada perawatan kesehatan, konstruksi, dan perdagangan, karena posisi tersebut mengalami kekurangan tenaga kerja.

Jelas, fenomena ini membuat banyak anak muda khawatir. Dari survei terungkap 41% peserta berusia di bawah 25 tahun menyuarakan ketakutan.

Mereka khawatir akan kehilangan nilai pada tempat kerja dikarenakan AI, atau dikenal sebagai ketakutan menjadi usang (AI FOBO-Fear of Becoming Obsolete).

(fab/fab) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Cari Kerja Susah, Perusahaan Ogah Rekrut Karyawan Baru Lulus Kuliah


Most Popular
Features