Teknologi Kebanggan RI Dijiplak Singapura, Ketinggalan 7 Tahun!

Redaksi, CNBC Indonesia
Senin, 29/06/2026 19:40 WIB
Foto: Suasana aktivitas jual beli di Pasar Kombongan, Kemayoran, Jakarta, Rabu (7/1/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Singapura mengambil langkah besar dalam pengembangan sistem pembayaran digital nasional. Lewat program PayNow Generasi 2 yang diumumkan resmi pekan lalu, Singapura berencana menerapkan kode QR tunggal serupa dengan QRIS yang sudah beroperasi di Indonesia sejak 2019.

Deputi Perdana Menteri sekaligus Ketua Otoritas Moneter Singapura (MAS) Gan Kim Yong menyatakan bahwa Singapura akan meluncurkan proyek percontohan pada akhir tahun 2026. Melalui pembaruan ini, pengguna aplikasi yang mendukung PayNow nantinya dapat memindai dan membayar menggunakan kode QR NETS yang ditampilkan pedagang, tanpa perlu bingung memilih aplikasi yang sesuai seperti saat ini.


Empat fokus utama peningkatan tersebut adalah interoperabilitas kode QR, penyederhanaan pembayaran online, peningkatan batas transaksi untuk layanan pemerintah, serta perluasan konektivitas lintas batas.

Ini bukan kebetulan belaka. Sejak diluncurkan oleh Bank Indonesia, QRIS telah membuktikan diri sebagai sistem pembayaran paling inklusif dan praktis di Asia Tenggara.

Inti dari QRIS adalah satu kode QR tunggal yang dapat dibaca oleh semua aplikasi dompet digital dan bank yang beroperasi di Indonesia. Tidak ada lagi kebingungan melihat banyaknya kode QR berbeda di satu tempat usaha, dan pengalaman ini juga sangat membantu wisatawan asing.

Model inilah yang kini diadopsi Singapura. Sebelumnya, ekosistem pembayaran Singapura terbagi menjadi dua jalur terpisah yaitu PayNow dan NETS, yang masing-masing memiliki kode QR tersendiri dan tidak saling kompatibel. Dengan mengikuti pola QRIS, Singapura ingin menghilangkan hambatan tersebut demi kenyamanan konsumen dan efisiensi pedagang.

Pengamat ekonomi digital menilai bahwa keputusan ini menjadi pengakuan tak langsung dari negara maju terhadap kualitas sistem pembayaran Indonesia.

Keunggulan QRIS juga sudah teruji secara luas. Hingga pertengahan 2026, QRIS digunakan oleh lebih dari 30 juta pedagang dan 45 juta pengguna aktif di seluruh Indonesia, serta telah terhubung lintas negara dengan Singapura, Malaysia, Thailand, dan negara lain. Bahkan sejak November 2023, QRIS sudah terintegrasi dengan SGQR di Singapura, memudahkan wisatawan Indonesia bertransaksi di sana.

Selain penyatuan kode QR, PayNow Generasi 2 juga mengadopsi penyederhanaan proses pembayaran online, seperti yang sudah diterapkan pada banyak layanan QRIS Indonesia. Pengguna tidak perlu lagi menyimpan tangkapan layar kode QR untuk melanjutkan pembayaran.

"Ketika sistem pembayaran menjadi lebih cepat, saling terhubung, dan kaya data, semua pihak akan mendapatkan manfaatnya," ujar Gan Kim Yong.


(dem/dem) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Tantangan RI Perkuat Ekonomi Digital Lewat Industri Game, e-Sport & Sp