Mobil China Ditendang, Trump Blokir Total Tak Kasih Ampun

Intan Rakhmayanti Dewi,  CNBC Indonesia
26 June 2026 17:00
U.S. President Donald Trump is welcomed by French President Emmanuel Macron and his wife Brigitte Macron ahead of a dinner commemorating the 250th anniversary of the United States' independence, at the Palace of Versailles, near Paris, France, June 1
Foto: REUTERS/Evelyn Hockstein

Jakarta, CNBC Indonesia - Produsen mobil listrik Polestar menghentikan penjualan kendaraan baru di Amerika Serikat (AS) mulai model tahun 2027. Tindakan ini diambil setelah pemerintah Presiden Donald Trump menolak memberikan izin penjualan berdasarkan aturan kendaraan terkoneksi atau Connected Vehicles Rule.

Kebijakan ini menjadi bagian dari langkah Washington memperketat pembatasan terhadap kendaraan yang memiliki keterkaitan dengan China.

Kabar tersebut langsung menekan saham Polestar. Pada perdagangan Kamis (25/6/), saham perusahaan yang tercatat di Nasdaq itu anjlok 6,3%.

Departemen Perdagangan AS tidak memberikan otorisasi kepada Polestar untuk menjual mobil berdasarkan Connected Vehicles Rule. Aturan tersebut melarang impor dan penjualan kendaraan yang menggunakan teknologi kendaraan terkoneksi dengan kaitan ke China mulai model tahun 2027.

Teknologi yang terdampak aturan tersebut meliputi Bluetooth, Wi-Fi, konektivitas seluler, hingga beberapa teknologi komunikasi satelit. Pemerintah AS menilai fitur-fitur itu berpotensi mengumpulkan data sensitif pemilik kendaraan di Amerika sehingga menimbulkan risiko terhadap keamanan nasional.

Aturan tersebut pertama kali disahkan pada Januari 2025 di era Presiden Joe Biden dan tetap dipertahankan di bawah pemerintahan Donald Trump.

Langkah terbaru ini memperkuat upaya AS membatasi masuknya mobil yang diproduksi maupun diekspor dari China, seiring kebijakan Washington memperkuat industri otomotif domestik. Sejumlah anggota parlemen AS bahkan mengusulkan aturan yang lebih ketat, sementara mobil listrik asal China juga dikenai tarif impor yang tinggi.

Polestar yang berbasis di Swedia dan mayoritas dimiliki oleh Geely Holding asal China mengatakan tetap akan menjual stok Polestar 3 dan Polestar 4 yang sudah ada di AS. Perusahaan juga memastikan jaringan layanan purnajual tetap beroperasi.

Namun, Polestar memutuskan tidak akan mengajukan banding atas penolakan tersebut. Hingga berita ini ditulis, Departemen Perdagangan AS belum memberikan tanggapan.

Polestar sudah memperingatkan sejak 2024 bahwa aturan kendaraan terkoneksi tersebut akan secara efektif melarang perusahaan menjual mobil di Amerika Serikat, termasuk kendaraan yang diproduksi di dalam negeri.

"Industri otomotif memasuki fase baru yang didasarkan pada dinamika regional. Strategi kami mencerminkan hal itu, dengan Eropa menjadi mesin pertumbuhan terbesar kami dan rencana memproduksi Polestar 7 di Eropa," ujar CEO Polestar Michael Lohscheller, dikutip dari Reuters, Jumat (26/6/2026).

Polestar kini semakin memfokuskan bisnisnya ke pasar Eropa setelah penjualan di Amerika Serikat terus lesu akibat persaingan yang semakin ketat serta perlambatan belanja konsumen.

Pada kuartal I, hanya 6% penjualan Polestar berasal dari pasar Amerika Serikat, sedangkan 78% berasal dari Eropa.

Perusahaan juga masih kesulitan mencetak laba sehingga beberapa kali menerima suntikan modal dari pemegang saham utamanya, Geely, serta Chairman Li Shufu. Harga saham Polestar pun terus tertekan hingga perusahaan harus melakukan reverse stock split tahun lalu demi mempertahankan status pencatatannya di Nasdaq.

(fab/fab) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Mobil Bensin Terancam Tamat Gara-Gara Temuan Peneliti Korsel


Most Popular
Features