Review Gadget

Review MacBook Neo: Laptop Termurah Apple, Cocok Buat Siapa?

Kartini Bohang,  CNBC Indonesia
19 June 2026 19:20
Macbook Neo. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Foto: Macbook Neo. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

MacBook Neo ditenagai chip A18 Pro seperti yang digunakan pada model iPhone 16 Pro. Menurut kami, strategi Apple ini cukup inovatif di tengah kelangkaan chip memori global.

Memanfaatkan chip yang sudah ada sebelumnya untuk menciptakan perangkat yang benar-benar baru, mungkin terdengar 'malas'. Namun, A18 Pro sendiri sebenarnya sudah cukup tangguh untuk menjalankan berbagai aktivitas standar.

Yang terpenting, penggunaan chip ini bisa menghemat biaya komponen, sehingga memungkinkan harga jual yang relatif terjangkau untuk menyasar konsumen lebih luas.

Lantas, bagaimana kinerjanya? Di atas kertas, chipset A18 Pro hadir dengan CPU 6-inti (2-inti performa dan 4-inti efisiensi) dan GPU 5-inti. Bandwidth memorinya 60GB/s. Chip ini juga sudah bisa menyokong sistem kecerdasan buatan Apple Intelligence yang terintegrasi dalam berbagai aplikasi.

Memang, tampaknya jauh di bawah chip M2 pada MacBook Air keluaran 2022 yang memiliki CPU 8-inti (4-inti performa dan 4-inti efisiensi), GPU 10-inti, dan bandwidth 100GB/s.

Kendati demikian, berdasarkan pengalaman langsung, kami sama sekali tidak mengalami gangguan untuk pemakaian sehari-hari. Respons MacBook Neo bisa dibilang sama lancarnya dengan MacBook Air saat membuka banyak tab sekaligus di browser, serta berpindah dari satu aplikasi ke aplikasi lain secara simultan.

Skenario aktivitas sehari-hari kami meliputi berjelajah di internet lewat browser, mengedit video di CapCut sekitar 2-3 jam, mengedit foto dan membuat presentasi di Canva sekitar 1-2 jam, membalas chat di WhatsApp, membalas email, serta menonton vlog di YouTube sekitar 3-4 jam.

Untuk aktivitas-aktivitas di atas, baterai bisa tahan seharian. Tak jarang kami baru mengisi ulang baterai setelah 2 hari, jika pemakaian tak terlalu intens. Bahkan, ketika ditinggal dalam kondisi standby selama 5 hari, baterai cuma berkurang 7%.

Macbook Neo. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)Macbook Neo. (CNBC Indonesia/Tri Susilo) Foto: Macbook Neo. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Buka 15 Tab YouTube Selama 3,5 Jam

Kami sempat menjalankan stress testing dengan membuka 15 tab YouTube sekaligus selama 3,5 jam non-stop, dengan setelan video 1080p dan 4k. Pada setelan 1080p, 15 tab terbuka tanpa gangguan, audio dan video lancar tanpa patah-patah.

Sementara itu, pada setelan 4k, tab ke-8 sudah memperlihatkan video yang agak patah-patah, meski audio masih cenderung lancar. Baterai berkurang 23% selama pemutaran video dengan volume maksimal tanpa henti selama 3,5 jam.

Memasuki jam ke-4, baterai berkurang lebih cepat sebesar 16% dan laptop tampak mulai nge-lag. Namun, temperatur tetap terjaga stabil, tidak panas sama sekali. Ketika beberapa tab ditutup dan menyisakan 5 tab terbuka, performa langsung kembali normal.

Stress testing ini tentu tidak sesuai dengan aktivitas riil sehari-hari, sebab jarang sekali pengguna kasual perlu membuka banyak tab YouTube sekaligus dengan semuanya disetel ke resolusi 4K.

Main Game Berat di MacBook Neo

Untuk menguji kinerja lebih lanjut, kami juga sempat bermain game yang cukup berat secara grafis (graphic-heavy), yakni Sleeping Dogs, lewat platform Stream. Kami memanfaatkan stick Bluetooth merek 8BitDo untuk memaksimalkan pengalaman bermain game.

Kami menghabiskan waktu kira-kira 2-4 jam sehari untuk bermain game action-adventure yang rilis pada 2012 silam tersebut, selama 5 hari berturut-turut. Secara umum, kami tidak merasakan gangguan sama sekali ketika menyetel grafis ke mode 'Medium' (FHD 1080p).

Saat bermain non-stop selama 4 jam, baterai berkurang 42% dan tidak ada perubahan temperatur. Menurut kami cukup 'fair' untuk hitungan game intens dengan grafis dan audio lumayan 'ramai'.

Ketika tingkat grafis disetel pada mode 'High' (QHD 1440p), grafis masih terjaga. Namun, mulai terlihat gangguan untuk 'quick-actions' seperti menyetir dan berlari. Kinerja mulai 'goyang' ketika tingkat grafis disetel pada mode 'Extreme' (4K UHD). Frame per Second (FPS) jadi turun drastis.

Hal ini menegaskan bahwa MacBook Neo memang tidak dirancang untuk 'heavy-gamer'. Bagi gamer kasual yang kerap melepas penat dengan main game ringan seperti Minecraft, The Sims, atau Roblox, tak perlu khawatir karena MacBook Neo bisa menanggulanginya.

Sinkronisasi 'Seamless' dengan iPhone

Bagi pengguna iPhone yang masih menggunakan laptop non-Mac karena kendala bujet, MacBook Neo bisa menjadi pilihan tepat untuk integrasi antar-perangkat yang lebih 'seamless'. Tak terbatas pada sistem transfer file 'AirDrop', sistem integrasi keseluruhan iPhone dan MacBook secara umum disokong sistem penyimpanan iCloud.

Saat menyetel MacBook Neo baru, pengguna bisa langsung menransfer foto dan video, aplikasi, pengaturan, pesan, hingga password dengan mudah, hanya mengandalkan iPhone. Cukup dekatkan iPhone ke MacBook Neo, lalu Asisten Penyiapan akan menyambungkan otomatis ke jaringan Wi-Fi dan Apple ID.

Selanjutnya, pada penggunaan sehari-hari, pengguna bisa memanfaatkan fitur 'Mirroring iPhone' untuk melakukan sinkronisasi aktivitas di iPhone dan MacBook Neo secara real-time. Fitur ini sudah tersedia di MacBook dengan sistem operasi macOS Sequoia dan lebih baru, serta iPhone dengan sistem operasi iOS 18 atau lebih baru.

Salah satu skenario yang bisa mempermudah hidup adalah saat melakukan pengeditan video via CapCut di iPhone. Dengan Mirroring, pengguna bisa beralih perangkat dari iPhone dan MacBook secara praktis untuk melanjutkan pengeditan. Berbagai aset file dan foto juga bisa langsung disalin dan dipindahkan antar-perangkat hanya dengan mekanisma 'drag-and-drop'.

Ketika memesan makanan dan transportasi online via iPhone, pengguna juga bisa memantau durasi dan informasi real-time di bar menu MacBook Neo, tanpa harus terus-menerus melihat layar iPhone.

Fitur sinkronisasi favorit kami lainnya adalah 'Clipboard Universal', yang memungkinkan metode 'copy-paste' antar-perangkat. Saat meng-'copy' teks, foto, atau video di iPhone, pengguna bisa langsung 'paste' di MacBook secara otomatis.

Ada juga fitur 'Handoff' yang konsepnya kurang lebih sama. Pengguna bisa membuat email, menulis catatan, menjelajahi browser, dan aktivitas lainnya di iPhone, untuk kemudian dilanjutkan di MacBook tanpa harus memulai dari awal.

Macbook Neo. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)Macbook Neo. (CNBC Indonesia/Tri Susilo) Foto: Macbook Neo. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Opini CNBC Indonesia

Kelebihan MacBook Neo

Menurut kami, MacBook Neo bisa menjadi pilihan tepat bagi pengguna iPhone yang saat ini masih menggunakan laptop non-Mac. Sinkronisasi antara iPhone dan Mac yang 'seamless' akan mempermudah aktivitas sehari-hari, terutama untuk transfer file dan gonta-ganti perangkat saat bekerja.

Selain itu, bagi 'first-user' Mac, MacBook Neo bisa dijadikan pilihan jika belum punya bujet cukup untuk membeli MacBook Air atau Pro. Rasa 'mewah' MacBook Air dan Pro tetap dipertahankan di MacBook Neo. Mulai dari material yang kokoh, desain 'sleek', Magic Keyboard yang nyaman, panel layar Liquid Retina yang terang, speaker jernih dan kencang, hingga kamera FaceTime HD 1080p yang andal untuk melakukan video call.

Kinerjanya juga secara umum cukup mumpuni untuk menopang aktivitas standar seperti browsing, mengedit foto/video ringan, main game ringan, serta pindah-pindah banyak aplikasi sekaligus. 

Kelemahan MacBook Neo

Namun, jika selama ini sudah terbiasa menggunakan MacBook Air atau Pro, beralih ke model Neo jelas terasa 'turun kelas'. Ada beberapa fitur 'nice-to-have' di MacBook Air dan Pro yang absen di Neo. Antara lain trackpad Multi-Touch tanpa Force Touch, ketiadaan backlit pada Magic Keyboard, hilangnya Touch ID pada model 256GB, serta standar warna masih sRGB tanpa opsi True Tone.

Cocok Buat Siapa?

Jika dilihat dari profil pengguna, menurut kami MacBook Neo cocok untuk digunakan anak sekolah dan mahasiswa, pekerja kantoran, jurnalis, kreator konten untuk format vertikal seperti TikTok dan Instagram, serta pedagang online dan pengusahan UMKM. 

Namun, beberapa profesi spesifik di bidang kreatif seperti editor video profesional, musisi, desainer grafis, dan ilustrator, sepertinya lebih cocok jika menggunakan MacBook Air atau Pro. Begitu pula dengan gamer profesional atau pecinta game-game berat, sepertinya akan kurang puas jika menggunakan MacBook Neo.

Tabel Spesifikasi MacBook Neo

Komputasi System on Chip (SoC)
Chip Apple A18 Pro
CPU 6-core dengan 2 core performa dan 4 core efisiensi
GPU 5-core
Ray tracing yang dipercepat perangkat keras
Neural Engine 16-core
Bandwidth memori 60 GB/s

Media Engine
H.264, HEVC, ProRes, dan ProRes RAW yang dipercepat perangkat keras
Mesin dekode video
Mesin enkode video
Mesin enkode dan dekode ProRes
Dekode AV1
Apple Intelligence Apple Intelligence adalah sistem kecerdasan personal yang membantu pengguna menulis, mengekspresikan diri, dan menyelesaikan banyak hal dengan mudah. Dengan terobosan perlindungan privasi, pengguna bisa tenang karena tidak ada orang lain yang bisa mengakses data pengguna, termasuk Apple sekalipun.
Memori 8GB
Penyimpanan SSD 256 GB
SSD 512 GB
Layar Layar Liquid Retina
Layar 13,0 inci (diagonal) dengan lampu latar LED dan teknologi IPS;2 resolusi bawaan 2408 x 1506 pada 219 piksel per inci
Kecerahan 500 nit

Warna
Mendukung 1 miliar warna
Warna sRGB
Baterai dan Daya Streaming video hingga 16 jam
Web nirkabel hingga 11 jam
Baterai lithium-ion bawaan 36,5 watt‑jam
Adaptor Daya USB-C 20 W
Kabel Pengisian Daya USB-C (1,5 m)
Pengisian Daya dan Ekspansi Satu port USB 3 (USB-C) dengan dukungan untuk:
Pengisian daya
DisplayPort
USB 3 (hingga 10 Gbps)

Satu port USB 2 (USB-C) dengan dukungan untuk:
Pengisian daya
USB 2 (hingga 480 Mbps)
Jek headphone 3,5 mm
Dukungan Layar Eksternal Mendukung satu layar eksternal dengan resolusi bawaan hingga 4K pada kecepatan 60 Hz
Secara bersamaan mendukung layar bawaan pada resolusi asli penuh
Port USB 3 (USB-C) mendukung kecepatan DisplayPort 1.4 asli (hingga HBR3)
Pemutaran Video Format yang didukung mencakup HEVC, H.264, AV1, dan ProRes
HDR dengan Dolby Vision, HDR10+/HDR10, dan HLG
Pemutaran Audio Format yang didukung mencakup AAC, MP3, Apple Lossless, FLAC, Dolby Digital, Dolby Digital Plus, dan Dolby Atmos
Keyboard dan Trackpad Magic Keyboard
78 tombol (ANSI) atau 79 tombol (ISO), termasuk 12 tombol fungsi dengan tinggi penuh
Trackpad Multi-Touch untuk kontrol kursor yang akurat dan dukungan untuk gerakan
Nirkabel Wi-Fi 6E (802.11ax)
Bluetooth 6
Kamera Kamera FaceTime HD 1080p
Perekaman video HD 1080p
Prosesor sinyal gambar canggih menggunakan video komputasional
Audio Sistem suara speaker ganda
Dukungan untuk Audio Spasial saat memutar musik atau video dengan Dolby Atmos pada speaker bawaan
Deretan mikrofon ganda dengan pembentuk sinyal direksional
Mode mikrofon Isolasi Suara dan Spektrum Lebar untuk meningkatkan kejernihan suara dalam panggilan audio dan video
Jek headphone 3,5 mm
Persyaratan Operasional Tegangan listrik: 100 V hingga 240 V AC
Frekuensi: 50 Hz hingga 60 Hz
Suhu operasional: 10 hingga 35 °C
Suhu penyimpanan: -25 hingga 45 °C
Kelembapan relatif: 0% hingga 90% non-kondensasi
Ketinggian beroperasi: teruji hingga 3.000 meter
Ketinggian penyimpanan maksimum: 4.500 meter
Ketinggian pengiriman maksimum: 10.500 meter
Ukuran dan Berat Tinggi: 1,27 cm
Panjang: 29,75 cm
Lebar: 20,64 cm
Berat: 1,23 kg
Sistem Operasi macOS
macOS adalah sistem operasi desktop tercanggih di dunia. Dilengkapi fitur andal dan mudah digunakan yang membantu Anda menjadi lebih produktif dan kreatif, dukungan untuk Apple Intelligence, serta cara mulus untuk menggunakan iPhone dengan Mac.
Aksesibilitasi Fitur aksesibilitas membantu penyandang disabilitas memaksimalkan MacBook Neo baru mereka. Dengan dukungan bawaan untuk penglihatan, pendengaran, mobilitas, dan pembelajaran, Anda bisa membuat dan melakukan berbagai hal luar biasa.
(fab/fab) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]




Most Popular
Features