Pertemuan Rahasia Para Elit Dunia, Tentukan Masa Depan Manusia

Intan Rakhmayanti Dewi, CNBC Indonesia
Kamis, 18/06/2026 17:50 WIB
Foto: Foto Kolase CEO OpenAI, Sam Altman dan CEO Anthropic, Dario Amodei. (Dok. Reuters)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sejumlah tokoh berpengaruh di dunia teknologi dan politik berkumpul dalam pertemuan tertutup di sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7 di Évian-les-Bains, Prancis, untuk membahas masa depan kecerdasan buatan (AI) yang mengubah kehidupan manusia. 

Dalam pertemuan tersebut, para pemimpin industri AI menyerukan pembentukan koalisi internasional yang dipimpin Amerika Serikat untuk menyusun aturan dan standar global bagi teknologi yang berkembang pesat itu.


CEO Anthropic Dario Amodei dan CEO Google DeepMind Demis Hassabis menyampaikan usulan tersebut dalam jamuan makan siang tertutup yang digelar Rabu waktu setempat.

Mengutip CNBC Internasional, sumber yang mengetahui pertemuan tersebut mengatakan, Amodei dan Hassabis mendorong terbentuknya kolaborasi global dengan Amerika Serikat sebagai pemimpin utama dalam penyusunan tata kelola AI dunia.

Usulan itu kemudian mendapat dukungan dari Perdana Menteri Kanada Mark Carney. Dalam pembahasan, Carney disebut sepakat bahwa Amerika Serikat dapat memimpin koalisi internasional terkait AI.

Pertemuan tersebut berlangsung di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap kemampuan model AI terbaru yang semakin canggih. Sejumlah pakar industri memperingatkan bahwa teknologi tersebut berpotensi menimbulkan bencana besar jika jatuh ke tangan yang salah.

Kekhawatiran itu makin menguat setelah pemerintah Amerika Serikat menerapkan kontrol ekspor terhadap model AI terbaru milik Anthropic. Perusahaan tersebut bahkan menonaktifkan akses ke model terbarunya, Fable 5 dan Mythos 5, pada Jumat lalu setelah pembatasan ekspor diberlakukan dengan alasan keamanan nasional.

Selain Amodei dan Hassabis, CEO OpenAI Sam Altman juga menghadiri pertemuan tersebut bersama belasan eksekutif teknologi lainnya. Para pemimpin negara-negara anggota G7 turut terlibat dalam diskusi itu.

Dari pihak Amerika Serikat, Presiden Donald Trump hadir bersama Menteri Keuangan Scott Bessent, Menteri Perdagangan Howard Lutnick, dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio.

Menurut salah satu sumber, dalam paparannya, Amodei menekankan bahwa kerja sama internasional perlu mencakup akses terstruktur terhadap model AI paling mutakhir. Ia juga mengusulkan perdagangan chip dan komponen kritis yang tidak melibatkan China.

Amodei juga menyoroti perlunya kolaborasi antarnegara untuk mengatasi risiko AI dalam bidang keamanan siber, bioterorisme, dan intelijen.

Sementara itu, Anthropic masih bernegosiasi dengan pemerintahan Trump setelah kebijakan pembatasan ekspor terhadap model AI terbarunya mulai berlaku pada akhir pekan lalu.

Di sisi lain, Sam Altman menyerukan pembentukan forum internasional khusus untuk membahas AI. Menurut OpenAI, Altman meminta adanya forum internasional untuk diskusi yang menetapkan standar pengujian yang dapat diterima secara global, menyediakan analisis ahli yang independen mengenai kemampuan dan risiko, serta menjadi wadah kerja sama antarnegara.

Dorongan tersebut muncul ketika OpenAI terus mengembangkan model AI dengan kemampuan keamanan siber yang semakin maju. Bulan lalu, perusahaan itu mengumumkan peluncuran terbatas GPT-5.5 Cyber, varian terbaru model AI yang ditujukan bagi tim keamanan siber yang telah melalui proses verifikasi.

Kepala Urusan Global OpenAI, Chris Lehane, yang juga hadir dalam pertemuan tersebut, mengatakan para pemimpin negara di luar Amerika Serikat mengakui bahwa Negeri Paman Sam "tentu dapat memainkan peran utama dalam membantu membangun standar" global terkait kecerdasan buatan.


(fab/fab) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video:Kalah Dari Malaysia-Singapura, Ini PR RI Perkuat Kedaulatan Data