Setelah PHK 30.000 Karyawan, Orang Terkaya Teriak Kekurangan Pegawai
Jakarta, CNBC Indonesia - Pendiri Amazon, Jeff Bezos, menyampaikan pandangan yang berlawanan dengan kekhawatiran banyak pihak terkait kecerdasan buatan (AI). Bezos dikenal sebagai orang terkaya ke-4 di dunia dengan harta tembus US$248 miliar (Rp4.418 triliun) menurut laporan Forbes.
Di tengah gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang melanda perusahaan teknologi global, Bezos malah memprediksi AI akan memicu kekurangan tenaga kerja, bukan menggantikan manusia.
Pernyataan itu disampaikan Bezos saat tampil dalam konferensi teknologi VivaTech di Paris, Prancis, Rabu (17/6).
Dalam kesempatan tersebut, ia memaparkan visi mengenai masa depan teknologi, termasuk proyek antariksa miliknya, Blue Origin, serta startup AI terbarunya, Prometheus, yang berfokus mempercepat proses manufaktur fisik.
"Saya tahu ada banyak kekhawatiran dari banyak orang, termasuk banyak orang pintar, bahwa AI akan membuat manusia menjadi tidak lagi dibutuhkan dan sebagainya," kata Bezos, dikutip dari Reuters, Kamis (18/6/2026).
"Saya sama sekali tidak setuju dengan sudut pandang tersebut. Dan saya pikir, justru AI akan menciptakan kekurangan tenaga kerja," lanjutnya.
Pernyataan Bezos muncul ketika banyak perusahaan global memangkas ribuan pekerja setelah menggelontorkan investasi besar untuk pengembangan AI.
Banyak perusahaan, khususnya sektor teknologi, mengaitkan PHK dengan peningkatan efisiensi yang dihasilkan dari adopsi AI secara cepat.
Laporan firma penempatan tenaga kerja global Challenger, Gray & Christmas menunjukkan perusahaan-perusahaan di Amerika Serikat mengumumkan 97.006 PHK pada Mei lalu. Dari jumlah tersebut, sekitar 40% dikaitkan dengan penggunaan AI.
Kekhawatiran publik terhadap dampak AI terhadap lapangan kerja juga terus meningkat. Jajak pendapat Reuters/Ipsos bulan ini menemukan bahwa separuh warga Amerika Serikat khawatir perkembangan AI dapat membuat mereka atau anggota keluarganya kehilangan pekerjaan.
Penolakan terhadap penggunaan AI juga muncul di berbagai sektor. Mulai dari generasi muda yang baru memasuki pasar kerja hingga serikat pekerja di industri otomotif Korea Selatan dan para penulis naskah Hollywood, banyak pihak menyuarakan kekhawatiran atas dampak teknologi tersebut.
Namun Bezos menilai manusia memiliki pekerjaan dan kebutuhan yang tidak akan pernah habis. Menurut orang terkaya keempat di dunia dengan kekayaan sekitar US$250 miliar itu, AI justru akan membantu menghilangkan berbagai hambatan yang selama ini membatasi produktivitas manusia.
Pandangan tersebut cukup menarik karena Amazon sendiri telah memangkas sekitar 30.000 karyawan sejak akhir tahun lalu. Sebagian pengurangan tenaga kerja itu terjadi karena peningkatan efisiensi yang didorong oleh AI.
Sebelumnya, CEO Amazon, Andy Jassy, juga mengakui bahwa peningkatan otomatisasi melalui berbagai perangkat AI akan menyebabkan berkurangnya sejumlah pekerjaan di lingkungan perusahaan.
(fab/fab) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]