Trump Mendadak Perintahkan Blokir Total Teknologi Canggih AS, Ada Apa?
Jakarta, CNBC Indonesia - Anthropic kembali membuat geger gara-gara gesekan baru dengan pemerintahan Donald Trump. Pemasok 'senjata' canggih berupa tool AI untuk militer AS tersebut sudah beberapa kali berkonflik dengan pemerintah.
Sebelumnya, Anthropic membuat Trump marah karena menolak tool AI-nya digunakan untuk menciptakan senjata otonom atau memata-matai warga. Trump langsung melarang penggunaan tool AI buatan Anthropic di seluruh lembaga federal.
Bahkan, Departemen Pertahanan (DoD) sampai memasukkan Anthropic ke dalam daftar risiko rantai pasok. Namun, ketegangan itu pelan-pelan mereda, apalagi setelah Anthropic bertemu langsung dengan Trump di Gedung Putih beberapa saat lalu.
Tak berselang lama, Anthropic kembali membuat geger lantaran meluncurkan model AI super canggih 'Mythos'. Model ini bisa mendeteksi kerentanan suatu sistem yang tidak diketahui pengelolanya, sehingga dikhawatirkan bisa dimanfaatkan penjahat siber untuk melancarkan kampanye penyerangan.
Negara-negara di seluruh dunia sudah mewanti-wanti industri perbankan untuk memperkuat sistem pertahanan data, menyusul peluncuran Mythos. Ketika diluncurkan resmi beberapa saat lalu, pemerintahan Trump langsung memerintahkan agar Mythos dilarang untuk digunakan entitas asing.
Anthropic meresponsnya dengan langsung memblokir penuh layanan Mythos bagi semua pengguna. Anthropic mengatakan menerima arahan langsung terkait pembatasan ekspor itu pada Jumat (12/6) pekan lalu, dikutip dari CNBC International, Kamis (18/6/2026).
Menurut Anthropic, pemerintah AS meminta agar model-model Claude terbaru, Fable 5 dan Mythos 5, ditangguhkan untuk pengguna berkebangsaan asing, baik di dalam maupun di luar domisili AS, termasuk karyawan Anthropic yang berkewarganegaraan asing.
Pemerintahan Trump berdalih perintah itu untuk mencegah risiko keamanan nasional, tetapi tidak memberikan perincian terkait alasan tersebut, menurut pengakuan Anthropic.
Peringatan CEO Anthropic ke Trump
Arahan tersebut dikeluarkan hanya beberapa hari setelah CEO Anthropic, Dario Amodei, menerbitkan sebuah esai yang menganjurkan "regulasi AI yang lebih serius dan mengikat," termasuk kemampuan untuk memblokir model jika dianggap tidak aman.
"Model AI mutakhir, seperti pesawat terbang, harus menjalani pengujian dan audit teknis, dan peluncurannya harus diblokir atau dibatalkan sebagai ancaman terhadap keselamatan publik jika tidak memenuhi standar keselamatan yang tinggi," tulis Amodei, dikutip dari CNBC International.
Ini adalah pernyataan publik terbaru dari Anthropic yang mendorong pengawasan pemerintah yang lebih besar terhadap industri AI yang berkembang pesat. Sejak berpisah dari OpenAI untuk memulai Anthropic pada tahun 2021, Amodei dan para eksekutif puncaknya telah menjadi pendukung setia regulasi AI dan telah mendukung legislasi di tingkat negara bagian dan federal.
Perusahaan tersebut memuji perintah eksekutif AI yang ditandatangani Presiden Donald Trump awal bulan ini sebagai "langkah penting."
Namun, tindakan pada Jumat lalu bukanlah jenis pengawasan yang diinginkan Anthropic. Perusahaan tersebut mengatakan dalam tanggapannya bahwa mereka tidak setuju bahwa temuan pemerintahan Trump merupakan alasan untuk penarikan produk, dan mereka menggambarkan gangguan tersebut sebagai "kesalahpahaman."
"Seperti yang telah kami nyatakan secara publik, kami percaya pemerintah harus memiliki kemampuan untuk memblokir penyebaran yang tidak aman, sebagai bagian dari proses hukum yang transparan, adil, jelas, dan berdasarkan fakta teknis," kata Anthropic dalam sebuah unggahan blog.
"Tindakan ini tidak sesuai dengan prinsip-prinsip tersebut," Anthropic menambahkan.
Karyawan senior Anthropic terbang ke Washington, D.C., untuk bertemu dengan anggota pemerintahan Trump pada Senin (15/6) awal pekan ini. Perusahaan tersebut mengatakan kepada CNBC International bahwa "kedua pihak bekerja cepat untuk menyelesaikan masalah ini."
Anthropic belum mengatakan kapan mereka memperkirakan model-modelnya akan kembali beroperasi.
Ada Apa di Balik Perintah Trump Buat Blokir Total?
Perintah eksekutif Trump, 10 hari sebelum arahan terhadap Anthropic, minim detail spesifik.
Perintah itu meminta perusahaan, secara sukarela, untuk menyediakan model kepada pemerintah federal untuk menilai kemampuan mereka sebelum rilis penuh. Perintah itu juga memberi pejabat administrasi waktu 60 hari untuk mengembangkan dan memelihara kerangka kerja peninjauan yang relevan bagi perusahaan AI untuk dipertimbangkan.
Tidak ada indikasi bahwa penangguhan paksa model terbaru Anthropic terkait dengan perintah eksekutif tersebut. Sebaliknya, menurut The Wall Street Journal, langkah itu dipicu oleh percakapan yang dilakukan CEO Amazon, Andy Jassy, dengan pejabat AS, termasuk Menteri Keuangan Scott Bessent.
Mengutip orang-orang yang mengetahui masalah tersebut, WSJ mengatakan Jassy memberi tahu administrasi bahwa para peneliti Amazon menggunakan serangkaian perintah untuk membuat Fable 5 menyajikan informasi yang dapat membantu serangan siber.
Meskipun perintah eksekutif presiden menyerukan kepatuhan sukarela, arahan hari Jumat memiliki nada yang sangat berbeda, kata Daniel Remler, seorang peneliti senior di Center for a New American Security.
"Ini jelas terlihat sebagai perintah wajib, jika akan ada konsekuensi ke perusahaan ketika tidak melakukan apa yang diperintahkan pemerintah," kata Remler kepada CNBC International dalam sebuah wawancara.
Fable 5 dan Mythos 5 dibangun berdasarkan rilis Claude Mythos Preview pada April lalu, sebuah penawaran yang ampuh dan unggul dalam mengidentifikasi kerentanan keamanan dalam software. Anthropic membatasi peluncurannya hanya untuk kelompok perusahaan tertentu sebagai bagian dari inisiatif keamanan siber yang disebut Project Glasswing.
Mythos 5 masih terbatas pada kelompok pengguna tertentu, tetapi Anthropic menyediakan Fable 5 untuk pelanggan perusahaan dan pelanggan berbayarnya. Perusahaan mengatakan rilis yang lebih luas dimungkinkan karena adanya pengamanan baru yang memblokir respons di area berisiko tinggi tertentu, termasuk keamanan siber dan biologi.
Anthropic bekerja sama dengan lembaga pemerintah untuk menguji model-model tersebut sebelum rilis dan menerima persetujuan untuk menerapkannya, menurut seseorang yang mengetahui diskusi tersebut dan meminta namanya dirahasiakan untuk membahas hal-hal yang bersifat rahasia. Tidak ada komunikasi dari pemerintah tentang ancaman keamanan nasional, kata orang tersebut.
"Untuk beralih dari lingkungan di mana kami sama sekali tidak memiliki kontrol atas akses model ke penggunaan alat ini untuk menonaktifkan model satu perusahaan dalam beberapa jam saja sungguh luar biasa," kata Remler.
Ia menambahkan bahwa, mengingat lingkungan kebijakan yang tidak stabil, ini adalah jenis "regulasi reaktif" yang seharusnya sudah diantisipasi oleh perusahaan.
"Sulit untuk mengelola risiko dengan teknologi yang terus berubah begitu cepat," katanya.
(fab/fab) Add
source on Google