Fenomena Baru Muncul di ITC, HP Makin Murah Malah Gak Laku
Jakarta, CNBC Indonesia - Konsumen perlu bersiap menghadapi potensi kenaikan harga ponsel dalam waktu ke depan.
Pasalnya, kenaikan harga komponen memori dan berkurangnya pasokan komponen murah mulai menekan industri smartphone global. Kondisi ini juga berisiko membuat pilihan ponsel murah makin terbatas di pasaran.
Lembaga riset TrendForce melaporkan produksi smartphone global pada kuartal I-2026 mencapai 284 juta unit. Angka tersebut turun 1,7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
TrendForce menjelaskan dampak kenaikan harga memori sejauh ini masih relatif terbatas karena banyak produsen masih memanfaatkan stok komponen memori murah yang telah mereka simpan sebelumnya. Namun, persediaan tersebut kini mulai menipis.
Untuk sepanjang 2026, TrendForce memproyeksikan produksi smartphone global hanya mencapai 1,051 miliar unit. Jumlah itu anjlok 16,2% dibandingkan tahun sebelumnya.
"Penurunan tahunan bisa menjadi lebih tajam jika kenaikan harga memori tetap tinggi dan merek-merek smartphone terpaksa berulang kali menaikkan harga jual kepada konsumen," tulis TrendForce dalam laporannya, dikutip dari GSM Arena, Senin (15/6/2026).
Dampak tekanan biaya tersebut diperkirakan tidak akan dirasakan secara merata oleh seluruh produsen. Perusahaan yang berfokus pada segmen premium dinilai memiliki posisi lebih kuat karena bisa mendapat margin keuntungan yang lebih besar sehingga mampu menyerap kenaikan biaya produksi.
Sebaliknya, merek-merek asal China yang selama ini mengandalkan penjualan ponsel kelas entry-level dan menengah diperkirakan menghadapi tekanan yang lebih berat.
Pada kuartal I-2026, Samsung menjadi produsen smartphone terbesar di dunia dengan total produksi mencapai 62,6 juta unit atau naik 2,3% dibanding kuartal yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan tersebut ditopang oleh peningkatan produksi menjelang peluncuran seri Galaxy S26.
Meski demikian, TrendForce menilai lini ponsel kelas bawah Samsung tetap menghadapi tantangan karena margin keuntungan yang lebih tipis. Namun, Samsung masih mendapat dukungan finansial kuat dari keseluruhan bisnis grupnya.
Di posisi kedua, Apple memproduksi 60,2 juta unit iPhone sepanjang kuartal I-2026. Angka ini melonjak 19,7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu berkat tingginya permintaan terhadap iPhone 17e.
TrendForce menilai Apple memiliki margin keuntungan yang sangat kuat sehingga perusahaan berpeluang memanfaatkan kondisi pasar yang sulit untuk memperluas pangsa pasarnya.
Sementara itu, posisi lima besar produsen smartphone dunia dilengkapi oleh Oppo dengan produksi 29,5 juta unit, Xiaomi sebanyak 26 juta unit, serta Vivo yang memproduksi 22 juta unit smartphone.
Di luar lima besar, Transsion mencatatkan produksi 19,8 juta unit pada kuartal pertama tahun ini. Meski sejumlah merek tersebut sempat mencatat pertumbuhan dalam beberapa tahun terakhir, TrendForce memperingatkan bahwa kelangkaan komponen yang mulai muncul berpotensi memangkas tingkat profitabilitas mereka.
HP Mendadak Rp2 Juta Lenyap
Berdasarkan pantauan CNBC Indonesia di lapangan, pedagang mengaku kini makin sulit menemukan HP baru di kisaran harga Rp 1,5 juta. Seorang pegawai toko ponsel di ITC Kuningan, Jakarta Selatan, mengatakan kenaikan nilai tukar dolar AS turut mendorong kenaikan harga berbagai produk elektronik, termasuk smartphone.
Dampaknya, segmen ponsel murah yang sebelumnya banyak diburu masyarakat kini perlahan menghilang dari pasar.
"Iya, pada naik semua, semua baru (dan bekas) juga naik, parah naiknya, mahal-mahal," ujar pegawai tersebut kepada CNBC Indonesia.
Menurutnya, beberapa tahun lalu konsumen masih bisa mendapatkan smartphone baru dengan harga sekitar Rp 1,5 juta. Namun kondisi saat ini sudah jauh berbeda.
"Kalau sekarang yang baru sudah nggak ada yang Rp 1,5 juta. Yang dulu harga Rp 1,5 juta sekarang jadi Rp 2 juta, Rp 2,3 juta sampai Rp 2,5 juta," katanya.
Sementara bagi konsumen yang memiliki dana Rp 1,5 juta, pilihan yang tersedia adalah perangkat bekas atau second.
"HP paling murah sekarang Rp 2 juta untuk yang baru. Kalau second Rp 1,5 juta sampai Rp 1,6 juta masih ada, biasanya RAM 6 GB," ujarnya.
Meski demikian, pasar ponsel bekas masih menawarkan sejumlah pilihan bagi masyarakat yang mencari perangkat dengan harga di bawah Rp 1,6 juta.
(dem/dem) Add
source on Google