466 Gempa Susulan Hantam Wilayah Palu, BMKG Ungkap Penyebabnya
Jakarta, CNBC Indonesia - Wilayah Sulawesi Tengah dihantam gempa dashsyat dengan kekuatan M6,7 pada Selasa (16/6) pukul 10:27 WIB (11:27 WITA). BMKG Palu melalui akun Instagram resminya, pada hari ini, Rabu (17/6/2026) hingga pukul 07:30 WIB (08:30 WITA), sudah terjadi 466 gempa susulan.
Adapun rentang kekuatannya berkisar M5,2 untuk yang terbesar dan M1,3 untuk yang terkecil. Meskipun 466 gempa susulan yang terdeteksi, tetapi gempa susulan yang dirasakan disebut sebanyak 25 kali.
Sebelumnya, BMKG melalui siaran pers mengatakan gempa M6,7 yang mengguncang Torue, Parigi Moutong, Sulawesi Tengah pada Selasa kemarin merupakan gempa bumi dangkal. Penyebabnya adalah aktivitas sesar Sausu.
Menurut hasil analisis mekanisme sumber, gempa bumi memiliki pergerakan turun atau normal fault. Gempa dahsyat M6,7 itu berada pada kedalaman 16km dengan episenter pada koordinat ,03° LS; 120,24° BT, atau tepatnya berlokasi di darat 42 km Tenggara Palu, Sulawesi Tengah.
Tidak Berpotensi Tsunami
BMKG menegaskan gempa ini tidak berpotensi tsunami. Hasil pemantauan instrumen di lapangan menunjukkan kondisi perairan yang stabil di beberapa titik kritis.
Misalnya, di stasiun pemantau di Parigi tidak mendeteksi kenaikan muka air laut sama sekali, stasiun pemantau di Poso juga menunjukkan hasil yang sama, yakni nihil pergerakan air laut yang mencurigakan.
Adapun guncangan gempa bumi tersebut melanda sejumlah wilayah di Sulawesi Tengah dengan tingkat intensitas yang bervariasi.
Warga di wilayah Palolo, Sigi merasakan guncangan paling kuat pada skala VII MMI, sementara wilayah Torue dan Parigi Selatan menghadapi intensitas VI - VII MMI. Selain itu, guncangan berskala V - VI MMI meluas hingga ke Kota Sigi Biromaru dan Kota Palu, sedangkan Kota Poso, Donggala, serta Pasangkayu merasakan getaran pada skala IV - V MMI.
BMKG sudah menerima laporan resmi mengenai dampak kerusakan infrastruktur dan bangunan di wilayah-wilayah terdampak.
Wilayah Sigi mencatat dampak kerusakan pada skala intensitas VII MMI, disusul oleh Kota Palu, Parigi Utara, dan Poso pada skala intensitas VI MMI. Kerusakan dengan skala intensitas V MMI juga terjadi di Parigi Moutong dan Banawa Selatan, sementara wilayah Sindue, Balaesang, dan Masamba melaporkan dampak pada skala IV MMI.
Merespons bencana ini, Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly, mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan mengabaikan isu-isu hoaks yang tidak jelas sumber kebenarannya. BMKG juga meminta masyarakat untuk menjauhi bangunan yang retak atau rusak akibat gempa serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gempa susulan.
(fab/fab) Add
source on Google