FOTO Internasional

Elon Musk Tak Pakai Baju Muncul di Tengah New York, Dikutuk Warga

Reuters, CNBC Indonesia
Jumat, 12/06/2026 18:00 WIB

Balon Elon Musk dipajang di Times Square sebagai aksi protes terhadap SpaceX dan Grok xAI yang dituding membuat deepfake seksual tanpa persetujuan.

1/7 Sebuah karikatur tiup raksasa Elon Musk berdiri di Times Square mengkritik Grok, chatbot kecerdasan buatan yang dikembangkan oleh xAI, di Kota New York, New York, AS, 11 Juni 2026. (REUTERS/Roselle Chen)

Sebuah balon raksasa bergambar miliarder teknologi Elon Musk dipajang di kawasan Times Square, New York, Kamis (11/6/2026), sebagai bagian dari aksi protes yang mengkritik perusahaan SpaceX dan chatbot kecerdasan buatan (AI) Grok milik xAI terkait dugaan pembuatan gambar seksual tanpa persetujuan menggunakan teknologi AI. (REUTERS/Roselle Chen)

2/7 Sebuah karikatur tiup raksasa Elon Musk berdiri di Times Square mengkritik Grok, chatbot kecerdasan buatan yang dikembangkan oleh xAI, di Kota New York, New York, AS, 11 Juni 2026. (REUTERS/Roselle Chen)

Instalasi tersebut menampilkan sejumlah papan pesan yang menuduh Grok memfasilitasi pembuatan gambar eksplisit dan deepfake seksual. Aksi itu berlangsung di tengah meningkatnya pengawasan regulator terhadap teknologi AI generatif yang dinilai berpotensi disalahgunakan untuk membuat konten seksual tanpa izin dari pihak yang menjadi subjek gambar. (REUTERS/Roselle Chen)

3/7 Sebuah karikatur tiup raksasa Elon Musk berdiri di Times Square mengkritik Grok, chatbot kecerdasan buatan yang dikembangkan oleh xAI, di Kota New York, New York, AS, 11 Juni 2026. (REUTERS/Roselle Chen)

Kontroversi semakin mengemuka setelah pengawas privasi Kanada menyatakan bahwa peluncuran fitur pembuatan gambar Grok diduga melanggar undang-undang privasi sektor swasta federal negara tersebut. Otoritas Kanada menilai fitur itu diluncurkan tanpa perlindungan yang memadai untuk mencegah pembuatan deepfake seksual tanpa persetujuan. (REUTERS/Roselle Chen)

4/7 Sebuah karikatur tiup raksasa Elon Musk berdiri di Times Square mengkritik Grok, chatbot kecerdasan buatan yang dikembangkan oleh xAI, di Kota New York, New York, AS, 11 Juni 2026. (REUTERS/Roselle Chen)

Sejak SpaceX mengakuisisi xAI pada Februari lalu dan menggabungkan kedua perusahaan, Grok yang didistribusikan melalui platform X menghadapi penyelidikan di sejumlah negara. Protes muncul terkait kemampuannya menghasilkan gambar seksual yang melibatkan orang sungguhan tanpa izin. (REUTERS/Roselle Chen)

5/7 Sebuah karikatur tiup raksasa Elon Musk berdiri di Times Square mengkritik Grok, chatbot kecerdasan buatan yang dikembangkan oleh xAI, di Kota New York, New York, AS, 11 Juni 2026. (REUTERS/Roselle Chen)

Penyelenggara aksi di Times Square menuduh Grok memungkinkan pengguna membuat gambar pornografi, termasuk yang melibatkan anak-anak. Mereka juga berpendapat bahwa investasi pada perusahaan-perusahaan yang terkait dengan Musk turut mendukung penyebaran eksploitasi berbahaya berbasis AI. Namun, Reuters tidak dapat memverifikasi secara independen klaim maupun angka-angka yang ditampilkan dalam instalasi tersebut. (REUTERS/Roselle Chen)

6/7 Sebuah karikatur tiup raksasa Elon Musk berdiri di Times Square mengkritik Grok, chatbot kecerdasan buatan yang dikembangkan oleh xAI, di Kota New York, New York, AS, 11 Juni 2026. (REUTERS/Roselle Chen)

Di Kanada, Komisioner Privasi Philippe Dufresne telah meluncurkan penyelidikan formal terhadap xAI sejak Januari. Setelah penyelidikan dimulai, xAI mengumumkan sejumlah perubahan untuk mencegah pengguna mengedit gambar orang sungguhan sehingga tampak berpakaian terbuka. (REUTERS/Brendan McDermid)

7/7 Sebuah karikatur tiup raksasa Elon Musk berdiri di Times Square mengkritik Grok, chatbot kecerdasan buatan yang dikembangkan oleh xAI, di Kota New York, New York, AS, 11 Juni 2026. (REUTERS/Roselle Chen)

Dufresne menyambut baik langkah-langkah yang telah diambil xAI untuk mengurangi risiko deepfake seksual. Meski demikian, Reuters melaporkan bahwa pada awal Februari Grok masih dapat menghasilkan gambar bernuansa seksual meskipun pengguna secara jelas menyatakan bahwa subjek gambar tidak memberikan persetujuan. Hingga kini, xAI belum memberikan tanggapan resmi terkait perkembangan terbaru tersebut. (REUTERS/Brendan McDermid)

Add as a preferred
source on Google