WhatsApp Berubah Total, Pemerintah Kasih Perintah Langsung
Jakarta, CNBC Indonesia - Raksasa teknologi Amerika Serikat (AS) mendapat tekanan bertubi-tubi dari otoritas Uni Eropa. Melalui aturan Digital Services Act (DSA) dan Digital Markets Act (DMA), Uni Eropa telah menjatuhkan sanksi denda ke beberapa raksasa teknologi AS yang dinilai melakukan praktik monopoli.
Komisi Eropa juga berkali-kali memaksa raksasa teknologi untuk mengubah model bisnis mereka. Salah satunya Meta Platforms yang membawahi WhatsApp, Instagram, Facebook, dan Threads.
Sejak November 2025, Meta melarang chatbot pihak ketiga beroperasi di WhatsApp. Hal ini langsung mendapat respons negatif dari Komisi Eropa.
Lembaga tersebut kini memerintahkan Meta untuk mengembalikan akses ke layanan pihak ketiga alias pesaing, untuk menyediakan asisten AI di WhatsApp secara gratis. Perintah ini harus dilakukan hingga investigasi anti-monopoli Komisi Eropa terhadap Meta rampung.
Dalam pernyataan resminya, Komisi Eropa menyebut langkah ini harus dilakukan untuk menghindari dampak negatif bagi iklim kompetisi. Penyelidikan anti-monopoli Komisi Eropa terhadap pemblokiran chatbot pihak ketiga di WhatsApp yang dilakukan Meta, sudah dimulai sejak Desember 2025.
Perintah ini mewakili langkah-langkah sementara yang telah disebutkan sebelumnya.
Perintah Komisi Eropa didasarkan pada fakta bahwa "Meta, sekilas, telah memegang posisi dominan di pasar aplikasi komunikasi konsumen di seluruh wilayah eknomoni Eropa setidaknya sejak Januari 2023".
"Perusahaan tersebut telah menyalahgunakan posisi dominan ini dengan mencegah asisten AI serbaguna yang bersaing untuk menggunakan API WhatsApp for Business," menurut Komisi Eropa, dikutip dari Reuters, Kamis (11/6/2026).
Pada Maret lalu, Meta sebenarnya sudah membuka akses bagi chatbot AI pihak ketiga ke WhatsApp. Namun, akses itu berbayar alias tidak gratis. Komisi Eropa menilai praktik ini sama saja dengan langkah pemblokiran yang sebelumnya dilakukan Meta.
Perintah terbaru Komisi Eropa membuat Meta kembali ke kondisi sebelum Oktober 2025, di mana layanan chatbot pihak ketiga bisa memiliki akses ke WhatsApp secara gratis. Meta diwajibkan melakukan hal ini hingga Komisi Eropa memberikan keputusan final pada kasus ini.
(fab/fab) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]