Isi Chat WhatsApp Pengguna Bisa Diintip Orang Lain, Pengakuan Ordal

Redaksi,  CNBC Indonesia
30 January 2026 14:20
Men pose with smartphones in front of displayed Whatsapp logo in this illustration September 14, 2017. REUTERS/Dado Ruvic
Foto: Logo Whatsapp (REUTERS/Dado Ruvic)

Jakarta, CNBC Indonesia - Isi chat WhatsApp yang selama ini dikira bersifat pribadi, diduga bisa diintip karyawan Meta Platforms. Penegak hukum Amerika Serikat (AS) tengah melakukan penyelidikan terkait dugaan ini.


Adapun laporan awal didapat dari mantan kontraktor Meta Platforms. Disebutkan bahwa karyawan Meta bisa mengakses chat WhatsApp, meskipun perusahaan mengklaim bahwa layanan chat-nya bersifat pribadi dan terenkripsi.

Laporan ini diungkap pertama kali oleh Bloomberg News, yang berhasil melihat hasil wawancara dan laporan dari agen penegak hukum AS.

Mantan kontraktor Meta mengklaim mereka dan beberapa karyawan Meta memiliki akses tanpa batas ke chat WhatsApp pengguna. Klaim ini dikaji oleh agen spesial dari Kementerian Perdagangan AS, menurut rekam jejak penegak hukum, serta sumber yang familiar dengan kasus ini.

Klaim serupa juga pernah mencuat pada 2024 lalu. Seorang pembisik (whistleblower) kala itu mengeluh ke Komisi Bursa dan Sekuritas AS, menurut rekam jejak dokumen dan orang tersebut.

Dugaan yang tengah diselidiki ini berbanding terbalik dengan komitmen yang digaungkan Meta selama ini. Meta memasarkan WhatsApp sebagai aplikasi pesan singkat bersifat pribadi dengan enkripsi ujung-ke-ujung (end-to-end encryption).

Dalam laman resminya, WhatsApp menjabarkan definisi enkripsi ujung-ke-ujung berarti "tak ada pihak luar yang melihat chat, bahkan WhatsApp sendiri tak bisa mengaksesnya, membaca, mendengar, atau membagikan percakapan yang dilakukan pengguna".

WhatsApp mengkomunikasikan konsep privasi tingkat tinggi ini melalui platform dan iklan yang disebarkan. Bahkan, ketika pemerintah ingin mengakses informasi kriminal lewat WhatsApp, Meta dengan tegas menyebut hal itu tak dimungkinkan karena arsitektur WhatsApp yang menjunjung privasi.

Juru bicara Meta menyebut klaim dari mantan kontraktor WhatsApp tak masuk akal.

"Klaim yang disampaikan oleh individu-individu ini tidak mungkin terjadi karena WhatsApp, para karyawannya, dan para kontraktornya, tidak dapat mengakses komunikasi terenkripsi milik orang lain," kata juru bicara tersebut, Andy Stone, dalam sebuah email.

Saham Meta anjlok sekitar 1% dalam perdagangan lanjutan.

Pada tahun lalu, dua sumber yang melakukan moderasi konten di WhatsApp mengatakan kepada penyidik dari Biro Keamanan dan Industri Kementerian Perdagangan AS bahwa beberapa karyawan Meta bisa melihat konten chat WhatsApp.

Menurut laporan, moderator konten yang bekerja untuk Meta lewat jalur kontrak dengan firma konsultan manajemen dan teknologi Accenture, mengaku bahwa mereka dan beberapa rekan kerja memiliki akses luas terhadap chat WhatsApp yang seharusnya terenkripsi.

"Kedua sumber tersebut mengkonfirmasi bahwa mereka memiliki karyawan di lokasi kerja fisik mereka yang memiliki akses tanpa batas ke WhatsApp," tulis agen penyidik.

Juru bicara Accenture, Lara Wozniak, ketika diminta komentar atas kasus ini hanya menjawab singkat. "Tolong kontak WhatsApp untuk berkomentar," ujarnya.

(fab/fab)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Fitur Baru WhatsApp Matikan Mikrofon Sebelum Terima Telepon


Most Popular
Features