Pedang Langit Ditemukan, Keajaiban Alam Setinggi Gedung 20 Lantai

Redaksi, CNBC Indonesia
Kamis, 11/06/2026 13:50 WIB
Foto: Steven Pierce/Frontiers

Jakarta, CNBC Indonesia - Di pedalaman pegunungan Taiwan yang terjal dan tertutup hutan lebat, tersembunyi sebuah keajaiban alam yang kini terbukti sebagai pohon tertinggi di seluruh Asia Timur. Pohon bernama resmi "Pedang Langit Sungai Da'an" jenis Taiwania cryptomerioides menjulang setinggi 84,1 meter atau lebih tinggi dari gedung bertingkat 20.

Bagi masyarakat adat Rukai di Taiwan, pohon raksasa ini memiliki nama yang lebih puitis yaitu "pohon yang menyentuh bulan."

Penemuan ini bukanlah hasil kebetulan semata, melainkan buah kerja keras tim peneliti yang menyebut diri mereka "pencari pohon Taiwan" selama lebih dari satu dekade. Tim ini terdiri dari beragam ahli, mulai dari pemanjat pohon profesional, ahli ekologi, geologi, hingga spesialis penginderaan jauh, yang bersatu demi menelusuri dan mendokumentasikan pohon-pohon raksasa yang tersembunyi di wilayah yang sulit dijangkau.


Seperti yang dicatat oleh Rebecca Chia-Chun Hsu, Chi-Kuei Wang, dan Chung-Cheng Lee dalam tulisan mereka, upaya ini secara resmi dimulai pada Agustus 2014. Ekspedisi pertama dilakukan ke kawasan konservasi Cilan. Sasaran awal mereka adalah kelompok pohon legendaris yang dikenal sebagai "Tiga Saudari Chilan".

Pohon tertinggi di antara kelompok itu tercatat setinggi 69,3 meter dengan diameter batang hampir mencapai tiga meter, dan menarik perhatian dunia internasional saat didokumentasikan oleh tim spesialis dari Australia pada tahun 2017.

Keberhasilan itu memicu semangat untuk menjelajahi wilayah yang lebih jauh dan terisolasi, di dekat Gunung Benya dan Danau Hantu Besar. Lokasi ini dianggap sakral oleh masyarakat adat setempat. Untuk menuju lokasi, para peneliti membutuhkan waktu empat hari mendaki dengan peralatan berat.

Dalam perjalanan tersebut, tim menyadari bahwa mengukur tinggi pohon dari permukaan tanah mustahil dilakukan dengan akurat. Alasannya, dedaunan yang lebat dan kontur tanah yang curam sering kali menipu pandangan mata manusia.

Akhirnya, tim memutuskan untuk menggunakan teknologi LiDAR (Light Detection and Ranging). Teknik pemindaian 3D ini memancarkan sinar laser dari udara ke permukaan tanah, lalu mengukur waktu pantulan cahayanya untuk memetakan bentuk medan dan tinggi pohon secara terperinci.

Namun, teknologi saja belum cukup akurat. Karena bentuk permukaan tanah Taiwan yang berlekuk-lekuk dan curam, algoritma komputer sering salah mengukur ketinggian, dengan tingkat kesalahan mencapai 93%.

Solusinya muncur dari saran publik. Sejak tahun 2020, ratusan warga Taiwan membantu meneliti data gambar hasil pemindaian LiDAR, menyaring puluhan ribu data yang tidak akurat, dan menandai kandidat pohon yang berpotensi paling tinggi. Kerja sama ini melahirkan "Peta Pohon Raksasa Taiwan" pada akhir 2022, yang mencatat ada 941 pohon dengan ketinggian lebih dari 65 meter yang tersebar di seluruh pulau.

Pedang Langit' yang mencapai 84,1 meter." title="Pohon tertinggi di Asia 'Pedang Langit'" />Pohon tertinggi di Asia 'Pedang Langit' yang mencapai 84,1 meter. Foto: Steven Pierce/Frontiers

Berkat peta itu, pada Januari 2023, tim akhirnya menemukan sasaran utama. Perjalanan menuju lokasi pohon tertinggi itu pun sangat berat, menelusuri aliran sungai sepanjang 20 kilometer dan mendaki lereng curam selama 2 hari.

Peneliti kemudian memanjat pohon sampai ke puncak dan mengukurnya menggunakan tali ukur. Hasilnya, "Pedang Langit" resmi dinobatkan sebagai pohon tertinggi dengan tinggi 84,1 meter.

Hingga awal tahun 2026, tim telah menemukan sepuluh pohon Taiwania raksasa yang tingginya melebihi 70 meter, dua di antaranya bahkan menembus angka 80 meter. Di kawasan dekat Gunung Benya, mereka juga menemukan satu hektare hutan yang berisi 11 pohon raksasa, serta kelompok sekitar 30 pohon Taiwania yang tumbuh rapat dan utuh di sekitar Danau Hantu Besar.

Lebih dari sekadar keindahan alam, keberadaan pohon-pohon raksasa ini memiliki peran vital bagi keseimbangan iklim bumi. Penelitian yang dilakukan pada tahun 2024 menunjukkan bahwa kawasan hutan tempat pohon ketiga tertinggi Taiwan tumbuh memiliki densitas karbon mencapai 1.384,5 Mg per hektare.

Ini menjadikannya hutan di Taiwan sebagai area carbon storage terpadat di dunia, setara dengan hutan-hutan tua paling terkenal di muka bumi.

"Pohon-pohon yang menyentuh bulan ini bukan hanya keajaiban alam, tetapi juga penjaga lingkungan yang sangat penting," tulis para peneliti.

Penemuan ini membuktikan bahwa Taiwan dengan 258 puncak gunung yang tingginya lebih dari 3.000 meter, masih menyimpan kekayaan alam yang luar biasa. Sebagian besar wilayah ini masih lestari karena medan yang sulit dijangkau manusia.


(dem/dem) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Teknologi Bantu Bisnis Konstruksi Makin Produktif, RI Siap?