Semua Harus Waspada, Temuan Paling Ngeri dari AS Resmi Dirilis

Novina Putri Bestari,  CNBC Indonesia
11 June 2026 07:50
FILE PHOTO: Anthropic logo is seen in this illustration taken March 1, 2026. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration/File Photo
Foto: REUTERS/Dado Ruvic

Jakarta, CNBC Indonesia - Anthropic baru saja merilis model AI terbaru Claude Fable 5. Model itu menjadi versi publik dari Mythos yang menggemparkan publik dan memiliki risiko keamanan siber.

Perusahaan memuji kemampuan Claude Fable 5 yang disebut memiliki kinerja di bidang rekayasa perangkat lunak dan analitik.

Selain itu, Anthropic memastikan model terbarunya telah diuji untuk memastikan pengguna tidak bisa melakukan manipulasi agar dapat melewati pedoman dan melakukan tindakan terlarang.

"Misalnya, saya seorang mahasiswa yang meminta model untuk membantu menemukan kerentanan siber pada paket atau kode X. Model akan menolak dan Fable 5 kembali menggunakan Opus 4.8 untuk mendapatkan respons," kepala manajemen produk, penelitian, dan laboratorium Anthropic, Dianne Penn, dikutip dari Reuters, Rabu (10/6/2026).

Fable 5 akan jadi model yang lebih mahal. Dari hasil feedback awal pelanggan diklaim model itu akan menggunakan token yang lebih rendah saat menyelesaikan tugas, jadi dipastikan akan dapat menurunkan biaya keseluruhan per tugas.

Kedua model itu akan dibanderol US$10 per juta token input dan US$50 per juta token output.

Mythos saat pratinjau mengungkapkan kemampuan menemukan celah keamanan perangkat lunak. Bank-bank Wall Street menguji Mythos menemukan adannya kerentanan berisiko rendah menjadi risiko tinggi.

Kemudian beberapa lembaga akhirnya diberikan akses, termasuk beberapa bank. Sejumlah sumber mengatakan bank-bank besar yang memiliki akses membantu bank yang tidak mendapatkannya.

Sumber dari salah satu bank besar menjelaskan Mythos menemukan kerentanan pada kode berpemilik dan sumber terbuka. Jadi bank harus meningkatkan teknologi lama dimana dukungan software mencapai akhir masa pakai.

(dem/dem) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Trump Mendadak Berubah Pikiran, Musuh Bebuyutan Balik Jadi Kawan


Most Popular
Features