Apple Pamer Siri Terbaru Teknologi AI, Ternyata Buatan Google

Redaksi, CNBC Indonesia
Selasa, 09/06/2026 07:20 WIB
Foto: iPhone 17 Pro. (CNBC Indonesia/Tias Budiarto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Apple secara resmi memamerkan kemampuan kecerdasan buatan (AI) terbarunya, termasuk versi terbaru asisten virtual Siri, dalam ajang WWDC yang digelar di Cupertino, California, Senin (8/6/2026). Namun, di balik pengumuman besar ini, terungkap bahwa platform AI yang disebut sebagai Apple Intelligence tersebut tidak dibuat sendiri tetapi lewat kerja sama dengan Google dan Nvidia untuk mengembangkan teknologi intinya.

Dalam WWDC, Apple mendemonstrasikan Siri yang telah berubah total. Berbeda dengan versi sebelumnya, Siri kini mampu melakukan percakapan dua arah yang lancar dengan pengguna. Dalam satu contoh penggunaan, asisten ini dapat memeriksa jadwal konser, mengatur pengingat untuk membeli tiket, hingga mencari rute perjalanan sekaligus mengatur rencana menjemput teman di tengah perjalanan menuju lokasi acara.

Langkah ini menegaskan strategi Apple yang berbeda dari banyak pesaingnya. Alih-alih mengeluarkan miliaran dolar untuk membangun infrastruktur besar-besaran dan mengembangkan model AI tercanggih secara mandiri, Apple justru menekankan keunggulan pada aspek privasi dan kenyamanan bagi penggunanya.


"Beberapa pihak tampak berlomba-lomba maju, seolah mengejar AI semata demi teknologi itu sendiri, tanpa memikirkan secara mendalam tentang kita semua, yaitu masyarakat yang dilayani oleh teknologi ini," ujar SVP Software Apple, Craig Federighi, dalam pidato pembukaan.

Meski mengaku memiliki jalur pengembangan sendiri, pihak Apple mengonfirmasi bahwa model AI tercanggih mereka, yang diberi nama Apple Foundation Model Cloud Pro (AFM Cloud Pro), dikembangkan dengan bantuan teknologi dari Google dan Nvidia.

Kerja sama dengan Google sebenarnya telah diumumkan pada Januari lalu, tetapi baru kali ini Apple secara resmi mengakui bahwa sejumlah fitur unggulan sistem kecerdasan buatannya, yang disebut Apple Intelligence, akan berjalan menggunakan prosesor buatan Nvidia.

Eksekutif AI Apple, Amar Subramanya, menjelaskan bahwa kemampuan AFM Cloud Pro setara dengan model tingkat lanjut milik Google, Gemini. Model ini beroperasi di layanan cloud berbasis GPU Nvidia, yang terintegrasi dalam infrastruktur keamanan data milik Apple bernama Private Cloud Compute.

"Kami bekerja sama dengan Google dan Nvidia untuk memperluas jangkauan infrastruktur keamanan kami ke perangkat GPU Nvidia yang ada di layanan awan Google, namun tetap menjamin standar perlindungan data tertinggi yang menjadi ciri khas Apple," kata Subramanya.

Pembeda utama yang ditonjolkan Apple adalah pendekatan mereka terhadap data. Berbeda dengan layanan AI berbasis web seperti ChatGPT milik OpenAI atau Claude buatan Anthropic yang memproses banyak data di server eksternal, Apple mengklaim mengumpulkan lebih sedikit data pengguna. Sebaliknya, sistem ini memanfaatkan informasi yang tersimpan secara lokal di perangkat, seperti jadwal kalender atau pesan teks, untuk memberikan pengalaman yang lebih personal tetapi tetap aman.

Federighi juga memperjelas batas kerja sama dengan Google. Ia menegaskan bahwa Apple Intelligence tidak menggunakan teknologi Gemini yang sama dengan yang tersedia untuk umum, juga tidak menggunakan infrastruktur awan standar milik Google.

Peran Google lebih banyak berada di tahap pengembangan dan pelatihan model. "Model generasi ketiga yang kami luncurkan, dirancang khusus agar bisa berjalan lancar di perangkat dengan prosesor buatan Apple. Model ini dilatih menggunakan data internal dan disempurnakan menggunakan hasil pembelajaran dari model tingkat lanjut milik Google," jelas Federighi.

Subramanya menambahkan, keempat model utama yang diperkenalkan - AFM Core, Core Advanced Cloud, dan Cloud Image - semuanya dibangun khusus untuk perangkat Apple, dilatih dengan metode pembelajaran khusus, dan disempurnakan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan dari Google.

Dengan cara ini, Apple berusaha menyeimbangkan kebutuhan akan teknologi AI mutakhir dengan komitmen utamanya yaitu menjaga data pribadi penggunanya tetap aman, bahkan saat harus bekerja sama dengan perusahaan teknologi raksasa lainnya.


(dem/dem) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: CEO Nvidia Ikut Lawatan Trump ke China Bahas Bisnis & Chip AI