Matahari Buatan China Makin Nyata, Sumber Listrik Abadi

Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
Jumat, 05/06/2026 09:05 WIB
Foto: AP/CHENG LI

Jakarta, NCBC Indonesia - Proyek "Matahari Buatan" atau reaktor fusi nuklir buatan China makin mendekati kenyataan. Reaktor yang disebut Experimental Advanced Superconducting Tokamak (EAST) baru saja mencetak sejarah yang akan membawa manusia lebih dekat dengan era energi bersih tanpa batas.

Penelitian yang dilakukan Institute of Plasma Physics, Chinese Academy of Sciences (ASIPP) melakukan eksperimen dengan EAST. Mereka mencoba untuk mencapai kepadatan plasma yang dianggap mustahil sebelumnya.

Untuk melakukan penelitian, mereka menggunakan proses baru yakni pengaturan diri dinding plasma atau plasma-wall self-organisation (PWSO). Dengan cara ini plasma bisa dijaga tetap stabil pada tingkat kepadatan yang belum pernah terjadi.


Menurut para peneliti, kepadatan plasma yang didorong jauh melampaui batasan yang ada membuat penyalaan fusi bisa dicapai dengan energi yang jauh lebih tinggi.

"Temuan ini menunjukkan jalur praktis dan terukur untuk memperluas batas kepadatan tokamak dan perangkat fusi plasma pembakaran generasi berikutnya," kata pemimpin penelitian, Ping Zhu dari Universitas Sains dan Teknologi Huazhong.

Tim peneliti membuat metode baru agar dapat memastikan metode dapat berfungsi dalam keadaan kondisi plasma berkinerja tinggi.

Dari hasil eksperimen, EAST berhasil mencapai kepadatan elektron 1,3-1,65 di atas kisaran batas kepadatan Greenwald, dikutip dari Neimagazine, Jumat (5/6/2026).

Sebagai informasi Greenwald adalah batas empiris dari kepadatan elektron dalam pengoperasian. Jika kepadatan melewati batasan tersebut, plasma tidak stabil bahkan rusak.

Ini menjadi tantangan karena untuk mencapai pengoperasian dengan batasan itu telah menjadi tantangan sejak lama.

Sementara itu, keberhasilan ini juga menjadi bukti pada rezim densitas yang telah diprediksi PWSO sebelumnya. Teori itu membuat mekanisme fisik pada perangkat fusi kurungan magnetik, yakni saat plasma dan dinding reaktor berinteraksi secara mandiri, khususnya berdampak pada batas kepadatan plasma dan tingkat pengotor.


(dem/dem) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video:Spam & Scam Mengancam Era AI, Gimana Jurus Bangun Trust Digital?