Elon Musk Serakah, Banyak Orang Terancam Jadi 'Tumbal'

Redaksi, CNBC Indonesia
Kamis, 04/06/2026 17:45 WIB
Foto: Elon Musk. (Patrick Pleul/Pool via REUTERS/File Photo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Elon Musk diprediksi akan menjadi manusia pertama di muka bumi dengan harta kekayaan tembus US$1 triliun atau setara Rp18.000 triliun. Posisinya tak terkalahkan sebagai orang terkaya di dunia.

Tak cukup menjadi penguasa antariksa melalui perusahaan roket dan satelit SpaceX, raja media sosial dan AI melalui X dan xAI, serta raksasa mobil listrik melalui Tesla, Musk masih mau menambah pundi-pundi kekayaan melalui bisnis taksi otomatis tanpa sopir (robotaxi) di bawah Tesla.


Inisiatif robotaxi Tesla memang terhitung lambat dibandingkan para pesaingnya seperti Waymo dari Alphabet (Google). Kendati demikian, robotaxi Tesla dengan cepat memperluas jaringan layanannya.

Pada Rabu (3/6) waktu setempat, Tesla mengumumkan telah meluncurkan robotaxi tanpa supervisi manusia di area Austin Metro, Texas. Robotaxi sendiri menjadi kontroversial karena isu keamanan yang belum matang, serta potensinya yang mengancam profesi driver online.

Memperluas layanan robotaxi dan adopsi yang lebih luas dari software pengemudi otomatis sepenuhnya, adalah kunci strategi pertumbuhan Tesla setelah Musk mengalihkan fokus perusahaan dari kendaraan listrik ke AI dan robotika.

"Robotaxi tanpa supervisi sekarang sudah menjangkau semua area Austin Metro," tulis akun resmi robotaxi Tesla di X, dikutip dari Reuters, Kamis (4/6/2026).

Layanan robotaxi Tesla sudah beroperasi di Austin hampir setahun. Namun, masih banyak gangguan yang dialami pelanggan. Misalnya, banyak laporan pelanggan mengalami waktu tunggu lebih dari 30 menit.

Menurut presentasi oleh pejabat Austin, Tesla memiliki sekitar 50 kendaraan yang beroperasi di kota tersebut, sementara Waymo milik Alphabet mengoperasikan lebih dari 250 kendaraan di area yang sama.

Musk mengatakan bulan lalu bahwa ia memperkirakan mobil yang sepenuhnya dapat mengemudi sendiri tanpa pengawas keselamatan manusia akan menjadi lebih luas di AS akhir tahun ini, setelah sebelumnya diperkenalkan di Texas.

Pada April lalu, Tesla mengatakan mereka juga meluncurkan robotaxi di Dallas dan Houston.


(fab/fab) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Kekuatan Infrastruktur Data Dorong Ekonomi Digital Era AI