Tesla Berubah Total Bulan Depan, Saham Langsung Anjlok

Redaksi,  CNBC Indonesia
15 January 2026 17:20
Sejumlah warga melakukan aksi protes di depan kantor pusat Tesla di Park Royal di London barat, Sabtu, 15/3/2025. (REUTERS/Chris J Ratcliffe)
Foto: REUTERS/Chris J Ratcliffe

Jakarta, CNBC Indonesia - Tesla mengumumkan perubahan besar pada strategi bisnis perusahaan, lebih tepatnya untuk sistem pengemudian otomatis alias 'Full Self-Driving' (FSD). CEO Elon Musk mengatakan pada pekan ini bahwa Tesla akan menyetop penjualan software FSD dengan harga flat.

Ke depan, FSD bisa diakses pengguna hanya dengan melakukan pembayaran bulanan. Alias, opsi untuk pembelian lepas dihapuskan total dan cuma mengandalkan skema berlangganan (subscription).

"Tesla akan berhenti menjual FSD setelah 14 Februari 2026," kata Musk melalui unggahan di platform X.

"FSD hanya akan tersedia dalam bentuk paket langganan bulanan," ia menambahkan, dikutip dari CNBC International, Kamis (15/1/2026).

Saham Tesla ditutup turun 1,79% pada penutupan perdagangan Rabu (14/1) waktu setempat, menjadi US$439,20.

FSD selama ini bisa diakses dengan berlangganan US$99 (Rp1,6 jutaan) per bulan. Fitur ini menjadi kunci bagi Tesla untuk memantapkan posisinya sebagai pemimpin di pasar pengemudian otomatis tanpa sopir.

Adapun skema pembelian lepas sekali seumur hidup sebelumnya bisa dilakukan dengan mengeluarkan uang US$8.000 (Rp135 jutaan). Perlu dicatat, FSD tetap membutuhkan pengemudi manusia di bangku setir, yang siaga untuk menginjak rem atau mengarahkan setir setiap waktu.

FSD sejauh ini, tidak seperti namanya, belum bisa diandalkan secara penuh untuk mengemudikan mobil tanpa arahan dan pengawasan manusia.

Tesla tidak segera menanggapi permintaan komentar terkait keputusan yang diumumkan Musk. Perusahaan juga selama ini tidak pernah mengumbar berapa banyak pengguna yang secara aktif berlangganan software FSD.

Pada laporan kinerja kuartal-III (Q3) 2025, CFO Vaibhav Taneja mengatakan total pengguna FSD masih sangat kecil, hanya sekitar 12% dari armada Tesla saat ini.

Beberapa saat lalu, Tesla meluncurkan taksi otomatis tanpa sopir (robotaxi) yang ketersediaannya masih terbatas untuk uji coba di Austin, Texas. Layanan robotaxi itu masih melibatkan manusia sebagai pengawas. Tesla juga menawarkan layanan ride-hailing di San Francisco yang masih mengandalkan sopir sebagai pengemudi.

Dengan kata lain, Tesla masih jauh tertinggal di belakang Waymo dari Alphabet. Pada Desember 2025, Waymo telah menembus lebih dari 450.000 pengemudian berbayar per minggu, menurut surat investor dari Tiger Global yang dilihat CNBC International.

Waymo beroperasi di Austin, San Francisco Bay Area, Phoenix, Atlanta, dan Los Angeles, serta menargetkan ekspansi ke beberapa wilayah baru pada 2026 mendatang, termasuk London di Inggris dan Tokyo di Jepang.

Pada laporan pengiriman-produksi kuartal-IV (Q4) 2025, Tesla mencatat penurunan pengiriman unit Tesla sebesar 16% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya menjadi 418.227 unit. Angka produksinya juga menurun 5,5% dari tahun sebelumnya.

Laporan kinerja Q4 2025 keseluruhan Tesla dijadwalkan pada 28 Januari 2026 mendatang.

(fab/fab)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Viral Mobil Baru Tesla Harga Super Murah, Simak Bocorannya


Most Popular
Features