Waspada Modus Penipuan Baru, Akun Medsos Hilang Seketika
Jakarta, CNBC Indonesia - Di tengah perkembangan AI yang pesat di banyak raksasa dunia saat ini, teknologi tersebut jadi alat penipuan terbaru. Bahkan bisa membuat akun media sosial menghilang seketika.
Penipuan ini terjadi pada chatbot AI bantuan (AI support) Meta. Sejumlah ahli keamanan siber menyatakan pelaku menemukan celah untuk meretas sejumlah akun Instagram.
Serangan yang disebut dengan prompt injection dilakukan dengan memberikan instruksi yang disebut manipulatif. Kemudian chatbot AI itu menyerahkan akses kepada para pelaku kejahatan, dikutip dari Reuters, Kamis (4/6/2026).
Chatbot AI dinilai gagal membedakan pemilik akun dengan penipu. Alat tersebut bisa dibujuk mengatur ulang informasi kredensial akun tanpa melakukan verifikasi identitas secara independen.
Dengan begitu, oknum jahat bisa dengan mudah mengeksploitasi akun medsos pengguna, bahkan menghapusnya secara permanen.
Kasus ini juga menyoroti kerentanan pada sistem AI, karena perusahaan memberikan wewenang yang sangat luas pada tugas seperti pemulihan akun.
Temuan ini terjadi saat Meta tengah berfokus pada AI. Untuk memenuhi ambisinya, perusahaan sampai meningkatkan investasi pada AI, melakukan PHK kepada ribuan pekerja, dan menjanjikan infrastruktur AI sebanyak US$145 miliar.
Meta sendiri memastikan masalah itu telah teratasi. Perusahaan tengah mengamankan akun yang terdampak.
Wakil presiden aliansi dan kemitraan perusahaan keamanan siber Red Sift, Brian Westnedge melontarkan kritikan pedas pada kejadian ini. Menurutnya kasus tersebut jadi kegagalan arsitektur yang mendasar dan model AI diberikan tindakan istimewa tanpa kontrol akses yang sama.
"Meta menghadapi kritik berkelanjutan karena kurangnya dukungan manusia, melakukan PHK besar-besaran, dan menghabiskan miliaran dolar untuk AI. Insiden ini berada di tengah ketiga hal tersebut," jelasnya.
Salah satu korban peretasan adalah Jane Wong, yang pernah bekerja sebagai karyawan Meta. Peneliti keamanan itu mengatakan perlu 5-10 menit untuk mengaktifkan kembali akunnya.
Wong menjelaskan password akunnya tiba-tiba diubah tanpa sepengetahuannya. Di saat bersamaan, dia juga mendapatkan sejumlah permintaan mengatur ulang passwordnya.
(fab/fab) Add
source on Google