Internasional

Manusia Mulai Digantikan, Robot Juga Sekarang Wajib Punya 'KTP'

Intan Rakhmayanti Dewi, CNBC Indonesia
Rabu, 03/06/2026 14:00 WIB
Foto: Robot humanoid Sophia tampil selama latihan bersama Orkestra Simfoni Universitas Baptis Hong Kong (HKBU) menjelang Konser Gala Tahunan 2026, di Hong Kong, Tiongkok, 29 April 2026. (REUTERS/Tyrone Siu)

Jakarta, CNBC Indonesia - China mulai memperketat pengawasan robot humanoid yang berkembang pesat dengan mewajibkan setiap robot memiliki identitas digital unik.

Pemerintah China pada pekan lalu meluncurkan platform nasional bernama Humanoid Full Lifecycle Management Service Platform.


Melalui sistem tersebut, setiap robot humanoid yang diproduksi di China akan mendapatkan kode identitas khusus yang dapat digunakan untuk melacak keberadaan robot sejak diproduksi hingga didaur ulang.

Menurut laporan media pemerintah CCTV, program tersebut berada di bawah koordinasi komite Humanoid Robotics and Embodied Intelligence Standardization (HEIS) yang bernaung di bawah Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China.

Otoritas China menyebut sistem identitas digital itu dirancang agar setiap robot dapat ditelusuri sepanjang siklus hidupnya. Dengan demikian, pemerintah dapat memantau potensi risiko sekaligus memperkuat tata kelola industri robot humanoid yang tengah berkembang sangat cepat.

Wakil Kepala China Electronics Standardization Institute (CESI), Yu Xiuming, mengatakan sistem tersebut ditujukan untuk menjawab tantangan utama industri robot humanoid, mulai dari aspek keselamatan hingga pengawasan, dan tata kelola, sekaligus mempercepat penerapan robot humanoid dalam berbagai penggunaan.

Kode identitas setiap robot terdiri dari empat komponen, yakni kode negara, kode produsen, kode model produk, dan nomor seri unik yang membedakan setiap unit robot.

Saat ini, lebih dari 100 perusahaan robot humanoid di China telah masuk dalam program tersebut. Sebanyak lebih dari 28.000 robot dari sekitar 200 model juga telah memperoleh identitas digital.

Langkah ini dilakukan di tengah ambisi China untuk mempercepat pengembangan industri robot humanoid, demikian dikutip dari South China Morning Post, Rabu (3/6/2026).

Berdasarkan riset International Data Corporation (IDC), pasar robot humanoid global tumbuh hingga 508% sepanjang tahun lalu dengan total pengiriman sekitar 18.000 unit.

IDC menilai perusahaan-perusahaan China kini berada di posisi terdepan dalam industri tersebut berkat dukungan rantai pasok manufaktur yang kuat dan terintegrasi.

Kemajuan teknologi robot humanoid China juga terlihat dalam ajang Beijing E-Town Humanoid Robot Half-Marathon yang digelar bulan lalu. Dalam perlombaan tersebut, robot dan manusia bersaing di lintasan yang sama.

Robot humanoid bernama Lightning buatan Honor berhasil menjadi sorotan setelah menyelesaikan lomba dalam waktu 50 menit 26 detik.

Catatan tersebut bahkan disebut lebih cepat sekitar enam menit dibandingkan rekor dunia manusia untuk jarak yang sama yang saat ini dipegang pelari Uganda, Jacob Kiplimo.

Lightning juga mencatat peningkatan performa signifikan dibandingkan robot juara tahun lalu, Tiangong.

Jika Tiangong membutuhkan waktu 2 jam 40 menit untuk menyelesaikan lomba pada 2025, Lightning mampu memangkas waktu hampir dua jam lebih cepat, mencerminkan pesatnya perkembangan teknologi robotika China dalam setahun terakhir.


(fab/fab) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video:Spam & Scam Mengancam Era AI, Gimana Jurus Bangun Trust Digital?