Elon Musk Cair, Pantas Rela Keluar Rp 5 Triliun Buat Kampanye Trump

Redaksi,  CNBC Indonesia
02 June 2026 18:20
FOTO FILE: Presiden AS Donald Trump dan Elon Musk menghadiri konferensi pers di Ruang Oval Gedung Putih di Washington, D.C., AS, 30 Mei 2025.REUTERS/Nathan Howard/File Photo
Foto: REUTERS/Nathan Howard

Jakarta, CNBC Indonesia - Elon Musk mulai "panen" hasil dukungannya ke Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Dalam hitungan hari, SpaceX memenangi kontrak bernilai lebih dari Rp 115 triliun.

Reuters melaporkan bahwa Angkatan Luar Angkasa Amerika Serikat (US Space Force) menunjuk SpaceX sebagai pemenang kontrak bernilai US$ 4,16 miliar untuk pengembangan satelit pendeteksi ancaman udara di wilayah AS. Beberapa hari sebelumnya padahal SpaceX juga diumumkan sebagai pememang kontrak US$ 2,29 miliar untuk mengembangkan jaringan komunikasi militer di orbit Bumi rendah (LEO).

Dalam rupiah, nilai total kedua kontrak tersebut melampaui Rp 115 triliun.

Kontrak ratusan triliun rupiah untuk SpaceX diumumkan menjelang IPO perusahaan yang dipimpin oleh Elon Musk tersebut yang diperkirakan mengumpulkan dana segar di atas US$ 1,75 triliun (Rp 31.213 triliun). Tentunya, berita soal sumber pendapatan baru ini berdampak positif terhadap IPO SpaceX.

Beberapa pihak mengaitkan kontrak yang dimenangi SpaceX dengan hubungan dekat antara Musk dan Trump. Musk menggelontorkan dana nyaris US$ 300 juta (Rp 5,35 triliun) untuk mendukung kampanye Trump dalam pemilu presiden AS 2024. 

Kontrak "satelit deteksi ancaman" yang dimenangi SpaceX adalah bagian dari ambisi Trump membangun sistem anti misil udara Golden Dome atau Kubah Emas untuk melindungi seluruh wilayah AS. Sistem serupa digunakan oleh Israel dengan nama Iron Dome.

Namun, skala Kubah Emas Trump yang jauh lebih besar dari Iron Dome milik Israel membutuhkan teknologi baru. Beberapa ahli memperkirakan sistem itu membutuhkan pendanaan hingga US$ 1 triliun (Rp 17.836 triliun).

Proyek yang diberikan kepada SpaceX adalah "Space-Based Advanced Moving Target Indicator" yaitu sistem yang mengumpulkan dan menganalisis data dari berbagai sumber, termasuk sensor di luar angkasa dan jejaring komunikasi.

Kontrak ini baru sebagian kecil dari uang yang diraup Musk dari kontrak pemerintah AS. Washington Post sebelumnya memperkirakan per Februari 2025, SpaceX telah menerima US$ 38 miliar (Rp 677 triliun) dari pemerintah AS dalam bentuk kontrak pengadaan, pinjaman, subsidi, hingga kredit pajak.

(dem/dem) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Ditendang Trump, Begini Nasib Pemasok Senjata Canggih Amerika


Most Popular
Features