Rekening Auto Ludes, Awas 3 Modus Penipuan Terbaru Korbannya Banyak

Redaksi, CNBC Indonesia
Jumat, 29/05/2026 13:20 WIB
Foto: Infografis/ Marak Penipu WA Kuras Rekening, Kominfo Bongkar Modusnya/ Ilham Restu
Daftar Isi

Jakarta, CNBC Indonesia - Penipuan online makin menjamur berkat adopsi teknologi kecerdasan buatan (AI). Bukan hanya memudahkan kampanye kejahatan siber, AI juga membuat taktik penipuan makin canggih dan sulit terdeteksi.

Tool AI dengan biaya murah mampu memberikan akses luas untuk merekayasa gambar dan suara, serta menciptakan situs yang benar-benar tampak resmi dan sah.


Penipuan dengan mengandalkan AI banyak yang menyamar sebagai video-video iklan 'resmi' di media sosial seperti TikTok. Salah satu pengakuan jurnalis New York Times, ia melihat iklan sepatu Hoka dengan diskon 80% di TikTok.

Saat mengklik iklan tersebut, ia diarahkan ke situs yang benar-benar seperti asli dan resmi. Namun, ketika ia menambahkan sepatu yang diinginkan ke keranjang belanja, barulah muncul kecurigaan.

Ia lantas mengecek forum online Reddit dan menemukan korban yang sudah terjebak dalam situs tersebut. Bahkan, Hoka sudah mempublikasikan peringatan terkait situs palsu yang beredar dan mengatasnamakan merek tersebut.

Penyamaran situs asli ini merupakan salah satu dari beberapa modus penipuan online yang kian canggih di era AI. FBI melaporkan pada bulan lalu, penjahat siber telah menipu warga AS hampir US$21 miliar (Rp375 triliun) tahun lalu, dengan sekitar US$893 juta (Rp15 triliun) kerugian terkait dengan AI.

Pada dasarnya, AI memudahkan penjahat online dalam mengembangkan situs yang tampak resmi. Untuk itu, masyarakat harus berpikir ulang terkait pendekatan tersebut, sehingga tidak mudah terjerat dan mengalami kerugian.

"Alih-alih mencari indikator tentang apa yang buruk, sekarang Anda perlu memverifikasi apakah itu baik," kata Mark Beare, manajer umum Malwarebytes, sebuah perusahaan keamanan internet, dikutip dari New York Times, Jumat (29/5/2026).

Iklan penipuan telah merajalela sehingga pengaduan hukum terhadap raksasa media sosial Meta makin meningkat. Bulan lalu, Federasi Konsumen Amerika, sebuah kelompok advokasi nirlaba, mengajukan pengaduan yang menuduh Meta menyesatkan pengguna tentang upayanya untuk memerangi penipuan.

Pengaduan tersebut mengutip contoh-contoh termasuk iklan penipuan untuk perlengkapan bayi dan telepon gratis. Santa Clara County di California mengajukan gugatan serupa terhadap Meta bulan ini.

Sebagai respons, Meta mengatakan sepanjang tahun lalu pihaknya telah menghapus 159 juta iklan penipuan, serta memblokir hampir 11 juta akun di Facebook dan Instagram, yang terafiliasi dengan oknum-oknum penipuan online. Meta juga sesumbar pihaknya menambah investasi untuk teknologi baru yang membasmi penipuan.

Seorang juru bicara TikTok mengatakan bahwa perusahaan tersebut melarang praktik penipuan dan konten menyesatkan dalam iklan, dan bahwa upaya untuk menipu pengguna tidak diperbolehkan di platform tersebut.

TikTok menambahkan bahwa pada kuartal keempat tahun 2025, 97% konten spam yang melanggar aturan TikTok telah dihapus sebelum pengguna melaporkannya.

Selain toko online palsu, penipu memanfaatkan AI untuk menyamar sebagai orang lain dalam menjerat korban, misalnya menyamar sebagai anggota keluarga. Berikut beberapa modus yang penipuan yang paling sering terjadi di era AI:

Penipuan Video Call

Sudah lama penipuan berbasis chat dan obrolan telepon beredar di mana-mana. Masyarakat makin pintar dalam mendeteksinya. Jika ada chat masuk dari orang yang sudah lama tak jumpa, keluarga, atau teman, dengan nada mencurigakan dan meminta uang, masyarakat sudah bisa langsung mendeteksi modus penipuan.

Namun, berkat AI, penipu sekarang sudah bisa memanfaatkan video call. Mereka memanfaatkan AI untuk mengubah wajah video sebagai orang dekat atau orang yang dikenali korban. Kemudian, mereka bisa mengobrol hingga akhirnya meminta transfer uang.

"Sangat mudah dan sangat murah untuk melakukan panggilan Zoom secara real-time dengan penggantian seluruh tubuh dan perubahan suara dengan cara yang sepenuhnya realistis," kata Andrew Yoon, seorang peneliti di CivAI, sebuah organisasi nirlaba yang mengajarkan orang-orang tentang kemampuan AI.

Selebritas Palsu

Sejak munculnya aplikasi pembuat video instan seperti Sora dari OpenAI, media sosial telah dibanjiri dengan konten palsu yang dibuat oleh AI. Video palsu yang menampilkan selebriti Hollywood dan eksekutif bisnis ternama tersebar luas karena begitu banyak gambar dan video mereka tersedia di web untuk membantu model AI menghasilkan imitasi yang hampir sempurna.

Beberapa penipu telah mencoba mengeksploitasi selebriti dengan menggunakan status bintang mereka untuk memasarkan produk yang tidak ada.

Video deepfake koki Gordon Ramsay, misalnya, beredar di media sosial dalam beberapa tahun terakhir untuk mempromosikan pemberian peralatan masak gratis. Korban yang mengira mereka membayar biaya pengiriman kecil untuk wajan gratis ternyata memberikan nomor kartu kredit mereka kepada penjahat.

Situs Toko Resmi Palsu

Iklan yang mengarahkan Anda ke situs penipuan yang dihasilkan oleh AI, seperti toko sepatu yang hampir menipu jurnalis New York Times, sangat marak di media sosial. Iklan tersebut mungkin relevan langsung dengan minat pribadi korban.

Itu karena para penipu membayar ruang iklan di TikTok dan Instagram untuk memanfaatkan alat yang sama yang digunakan pemasar sungguhan untuk menargetkan iklan kepada orang-orang dengan minat yang relevan, kata Beare dari Malwarebytes.

Para penjahat mampu menghabiskan uang tersebut untuk penargetan iklan. Pasalnya, tidak seperti merek sungguhan, mereka tidak memiliki produk untuk dikirim.

Ada cara untuk dengan cepat menentukan apakah toko online yang menyamar sebagai merek itu palsu. Metode sederhana adalah dengan melakukan pencarian Google untuk alamat web toko tersebut dan melihat diskusi di forum-forum online. Kemungkinan ada korban yang membagikan pengalaman mereka.

Cara paling mujarab untuk terbebas dari penipuan online sebenarnya sederhana. Jangan pernah percaya dengan iklan yang 'terlalu bagus untuk jadi kenyataan', atau video call yang tiba-tiba menanyakan kabar lalu meminta uang. Tetap berhati-hati!


(fab/fab) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Cara BSSN Perkuat Keamanan Siber-Cegah Gangguan Layanan Publik