Sploot Posisi Ampuh Hewan Saat Panas Mendidih, Manusia Bisa Tiru?

Redaksi, CNBC Indonesia
Jumat, 29/05/2026 11:45 WIB
Foto: Ilustrasi Beruang Tengkurap. (Pexels)

Jakarta, CNBC Indonesia - Saat suhu udara terasa panas mendidih dan matahari menyengat, pemilik hewan peliharaan pasti sering melihat perilaku unik dari kucing, anjing, hingga hamster. Tubuh mereka tengkurap diratakan ke lantai, kaki belakangnya merentang lebar ke samping atau ke belakang. Fenomena ini dalam bahasa Inggris dikenal dengan splooting.

Dilansir dari IFL Science, perilaku ini bukan sekadar tingkah lucu atau cara hewan beristirahat semata. Ada alasan ilmiah di balik kebiasaan ini yang ternyata berkaitan erat dengan cara tubuh mereka mengatur suhu saat cuaca sedang panas mendidih.

Sploot adalah istilah santai yang digunakan untuk menggambarkan posisi berbaring datar. Hewan menempelkan perut dan sebagian besar tubuhnya ke permukaan yang dingin, sambil merentangkan kaki belakangnya. Gerakan ini umum terlihat pada kucing, anjing ras kecil, musang, hingga hewan pengerat. Ada yang bilang gerakan ini mirip dengan posisi Superman saat terbang.


Bagi pemilik hewan, pemandangan ini memang menggemaskan, tetapi bagi hewan itu sendiri, ini adalah strategi bertahan hidup.

Alasan utamanya adalah pengaturan suhu tubuh. Bagian perut hewan memiliki bulu yang jauh lebih tipis dibandingkan dengan punggungnya, serta memiliki konsentrasi pembuluh darah yang cukup banyak. Saat mereka menempelkan perut ke lantai keramik, ubin, atau permukaan tanah yang lebih dingin, panas tubuh akan berpindah secara alami ke permukaan yang lebih dingin tersebut.

Dengan merentangkan kaki dan meratakan seluruh tubuh, mereka memperluas area permukaan kulit yang bersentuhan dengan permukaan dingin. Makin luas bagian tubuh yang menempel, makin cepat panas tubuh hilang sehingga mereka bisa merasa lebih sejuk dalam waktu singkat. Ini adalah cara alami dan efektif untuk mendinginkan diri, terutama karena sebagian besar hewan ini tidak memiliki kelenjar keringat yang berfungsi efektif di seluruh tubuh seperti manusia.

Tren baru buat manusia

Jika cara ini efektif dan nyaman untuk hewan mendinginkan diri ini, apakah manusia bisa meniru gerakan ini untuk melepas rasa gerah?

Secara teknis, manusia tentu bisa berbaring telentang atau telungkup merapat ke lantai yang dingin saat suhu udara sangat tinggi. Prinsip ilmiahnya tetap berlaku yaitu permukaan tubuh yang bersentuhan dengan benda lebih dingin akan membantu membuang panas tubuh. Namun, ada perbedaan besar dalam anatomi tubuh kita.

Tulang dan struktur otot manusia tidak dirancang untuk melakukan gerakan "sploot" ekstrem seperti yang dilakukan anjing atau kucing tanpa menimbulkan rasa sakit, ketegangan otot, bahkan risiko cedera sendi. Manusia tidak memiliki kelenturan pinggul dan kaki belakang yang sama dengan mereka. Meskipun manusia bisa meniru konsep "menempel ke tempat dingin", sploot hanya bisa dilakukan oleh hewan.

Meski begitu, ada hal yang bisa dipelajari dari perilaku ini. Saat suhu udara mencapai titik tertinggi, mencari permukaan yang sejuk dan memperluas kontak tubuh dengan tempat tersebut adalah cara alami yang cukup ampuh untuk menurunkan suhu tubuh dan menjaga kenyamanan di tengah cuaca panas yang menyengat.


(dem/dem) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Kekuatan Infrastruktur Data Dorong Ekonomi Digital Era AI