Sungai Tiba-Tiba Pindah Tempat, Ilmuwan China Teriak Tanda Kiamat

Novina Putri Bestari,  CNBC Indonesia
29 May 2026 06:30
Banjir bandang dan tanah longsor melanda Desa Dharali di negara bagian Uttarakhand, Himalaya, India utara, pada Selasa (5/8/2025). (via REUTERS/Indo-Tibetan Border Police)
Foto: Banjir bandang dan tanah longsor melanda Desa Dharali di negara bagian Uttarakhand, Himalaya, India utara, pada Selasa (5/8/2025). (via REUTERS/Indo-Tibetan Border Police)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemanasan global yang makin parah berdampak pada jalur sungai Himalaya. Sebuah penelitian menemukan sistem penyimpanan air beku raksasa ini tidak stabil karena suhu yang terus meningkat akibat "kiamat" perubahan iklim.

Suhu di Himalaya dilaporkan telah meningkat dua kali lebih cepat dari rata-rata global sejak 1980-an.

Para peneliti dalam studi yang diterbitkan jurnal Science menggunakan citra satelit dan pengamatan lapangan pada 1980-2020 untuk melihat perubahan pada sungai di Himalaya. Mereka menyelidiki apakah gletser dan tanah beku yang mencair karena perubahan iklim bisa mempercepat pergerakan sungai dan membentuk saluran sungai.

"Pegunungan Himalaya bagian atas menonjol sebagai wilayah yang pemanasan iklim dan migrasi saluran berinteraksi dengan kuat, memberikan kesempatan mempelajari efek pemanasan iklim pada dinamika sungai seperti kelokan sungai dan morfodinamika bentuk aliran sungai," kata peneliti Zhongpeng Han dari Universitas Geosains China, Beijing, dikutip dari Scitechdaily, Selasa (26/5/2026).

Para peneliti melakukan pengamatan pada 1.079 tikungan sungai di sepanjang 1.582 km saluran sungai yang mengalir di tanah beku.

Dari hasil pengamatan itu, mereka menemukan sungai-sungai di Himalaya bergeser lebih cepat karena fenomena itu. Bahkan bisa membuat sungai jadi jauh lebih sulit diprediksi.

Selain itu, dampaknya besar yakni dapat meningkatkan risiko banjir dan erosi. Begitu juga kemungkinan kerusakan pada jalan, jembatan, lahan pertanian dan komunitas tepi sungai.

Perubahan ini disebut para peneliti karena kondisi lebih hangat mengirimkan lebih banyak air dan sedimen ke sungai. Selain itu akan melemahkan tepian sungai yang membeku.

Efek yang ada nampaknya membuat sungai menjadi kurang stabil dan lebih mungkin bergeser.

Para peneliti juga menemukan adanya perubahan respon pemanasan global antara sungai-sungai di Himalaya dengan Arktik. Di wilayah Arktik, vegetasi membantu menstabilkan tepian sungai dan memperlambat jalur pergerakan saluran.

Sementara vegetasi jarang di Himalaya membuat tepian sungai yang mencair rentan pada erosi dan bisa runtuh. Hal ini membuat wilayah rentan pada perubahan sungai akibat iklim.

(dem/dem) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Alert! Salju Abadi Papua di Ujung Tanduk, RI Bisa Kehilangan Gletser


Most Popular
Features