Buruh Ancam Mogok Kerja Dapat Bonus Rp 7 Miliar, Sisanya Tetap Merana
Jakarta, CNBC Indonesia - Perjuangan buruh akhirnya menuai hasil di Korea Selatan. Serikat pekerja yang mengancam mogok massal selama 18-hari sukses menekan Samsung Electronics untuk melakukan negosiasi hingga menemui titik tengah.
Para pekerja di divisi chip menuntut perubahan skema gaji dan bonus yang adil dan transparan, mengingat kinerja bisnis chip Samsung sedang moncer karena lonjakan permintaan di tengah krisis kelangkaan chip memori.
Samsung merupakan produsen chip memori terbesar di dunia. Permintaan yang membludak membuat Samsung berhasil mencapai kapitalisasi pasar US$1 triliun.
Pekerja merasa pertumbuhan signifikan bisnis chip Samsung tidak sejalan dengan peningkatan kesejahteraan buruh. Setelah negosiasi yang alot, akhirnya kesepakatan tercapai dan aksi mogok nasional ditunda.
Pada Jumat (22/5) pekan lalu, pekerja Samsung di Korea Selatan memulai pemungutan suara untuk kesepakatan pembayaran yang memastikan bonus jumbo bagi pekerja di divisi chip.
Namun, masalah baru muncul. Karyawan di divisi lain yang tidak bernasib baik seperti karyawan di divisi chip, mengatakan mereka berencana untuk menentang skema bonus jumbo untuk segelintir karyawan tersebut.
Serikat pekerja yang mengancam mogok massal dipimpin perwakilan dari divisi chip. Adapun kelompok serikatnya dinamai 'Samsung Electronics Labor Union' (SELU).
Perwakilan SELU mengatakan sebanyak 32.882 dari 57.290 anggota SELU yang memenuhi syarat telah memberikan suara mereka. Namun, tidak diungkap secara detail apa yang disuarakan dalam pemungutan tersebut.
Sebagai informasi, persetujuan membutuhkan mayoritas dari anggota serikat pekerja yang memenuhi syarat untuk memberikan suara mendukung dan mayoritas dari anggota tersebut untuk berpartisipasi. Jika tidak, negosiasi harus dimulai kembali dari awal.
Jumlah total anggota serikat pekerja Samsung yang berhak memilih belum jelas karena beberapa karyawan tergabung dalam lebih dari satu serikat pekerja. Aturan SELU juga menetapkan bahwa anggota yang menunggak iuran serikat pekerja tidak berhak memilih.
Bonus Jumbo Hanya untuk Sebagian Buruh
Kesepakatan yang ditempuh manajemen Samsung dan SELU terutama menguntungkan para pekerja di bisnis chip memori, yang telah mengalami peningkatan keuntungan pesat di tengah booming AI.
Beberapa pekerja tersebut akan menerima bonus sekitar US$416.000 (Rp7,3 miliar) pada tahun ini, dikutip dari Reuters, Senin (25/5/2026).
Para pekerja di unit foundry dan chip logika Samsung akan menerima bonus yang jauh lebih kecil tetapi tetap substansial, sementara mereka yang bekerja di divisi lain seperti smartphone dan peralatan rumah tangga akan menerima bonus yang lebih kecil lagi.
"Putaran negosiasi ini pada dasarnya telah direduksi menjadi tawar-menawar mengenai bonus untuk divisi memori semikonduktor," kata Lee Ho-seop, seorang pemimpin serikat pekerja bernama National Samsung Electronics Union (NSEU), dalam konferensi pers pada Jumat (22/5).
Ia menambahkan bahwa "hasil yang dicapai terburu-buru". Serikat pekerja lainnya, Samsung Electronics Co Union (SECU), juga menghadiri konferensi pers pada Jumat (22/5).
Belum jelas apakah anggotanya yang meliputi pekerja chip serta pekerja non-chip, memenuhi syarat pemungutan suara. Pasalnya, ketidaksepakatan dengan blok serikat pekerja lainnya menyebabkan SECU meninggalkan tim negosiasi sebelum kesepakatan tercapai.
Samsung menolak berkomentar tentang keluhan mengenai kesepakatan tersebut dari NSEU dan SECU.
Pemungutan suara, yang dilakukan secara online, berlangsung hingga pukul 10:00 pagi pada 27 Mei 2026 mendatang.
Saham Samsung ditutup 2,3% lebih rendah pada Jumat (22/5), setelah mencapai rekor tertinggi sebelumnya pada hari itu. Saham tersebut melonjak 8,5% pada Kamis (21/5) setelah kesepakatan dengan serikat pekerja.
(fab/fab) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]