Tren Baru di Inggris, Anak Kecil Ramai-Ramai Foto Pakai Kumis
Jakarta, CNBC Indonesia - Sistem verifikasi usia yang diterapkan untuk membatasi akses anak-anak ke situs dewasa ternyata masih memiliki banyak celah. Anak-anak bahkan mampu mengelabui teknologi tersebut hanya dengan menggambar kumis palsu menggunakan pensil makeup.
Temuan itu terungkap dalam survei lembaga nirlaba asal Inggris, Internet Matters, terhadap 1.000 anak mengenai sistem pemeriksaan usia di internet. Hasilnya, sekitar separuh responden mengaku mekanisme verifikasi usia mudah untuk dilewati.
Dalam laporannya, Internet Matters menyebut anak-anak memahami berbagai cara untuk menembus pemeriksaan usia, baik dari pengalaman pribadi maupun informasi yang beredar di lingkungan mereka.
"Salah satu teknik yang digunakan adalah menggambar rambut wajah atau kumis agar sistem menganggap mereka lebih tua. Cara ini dilaporkan berhasil dalam beberapa kasus," tulis laporan tersebut, dikutip dari TechCrunch, Jumat (22/5/2026).
Fenomena ini muncul di tengah makin banyaknya negara yang menerapkan aturan verifikasi usia demi alasan perlindungan anak di dunia maya. Aturan tersebut mewajibkan pengguna membuktikan usia mereka sebelum dapat mengakses situs dewasa, biasanya dengan mengunggah dokumen identitas seperti SIM atau paspor ke perusahaan pihak ketiga.
Namun, kebijakan itu menuai kritik karena dinilai berisiko menciptakan basis data sensitif yang rentan diretas maupun bocor. Selain itu, sejumlah pihak menilai aturan tersebut dapat mengancam konsep internet terbuka dan terdesentralisasi.
Saat ini, sekitar separuh negara bagian di Amerika Serikat telah memiliki aturan pemeriksaan usia serupa. Inggris juga menjadi salah satu negara yang paling agresif mendorong implementasi kebijakan tersebut secara global.
Kondisi ini membuat sejumlah perusahaan teknologi mulai menyesuaikan layanan mereka. Apple misalnya, meluncurkan pembaruan perangkat lunak untuk memenuhi regulasi verifikasi usia yang terus berkembang.
Sementara itu, Reddit dan Meta menggabungkan metode unggah identitas resmi dengan sistem algoritma yang memperkirakan usia pengguna berdasarkan tampilan wajah.
Berbeda dengan perusahaan lain, Discord justru menunda peluncuran sistem verifikasi usia setelah muncul protes pengguna terkait keamanan dan privasi data.
Tak hanya kumis palsu, anak-anak juga diketahui menemukan berbagai trik lain untuk mengelabui sistem tersebut. Beberapa di antaranya dengan mengarahkan kamera ke karakter video game yang tampak dewasa atau sekadar membuat ekspresi wajah aneh agar lolos pemeriksaan otomatis.
(dem/dem) Add
source on Google