Tsunami Besar Ancam Wilayah RI, Peneliti Ungkap Fakta Mengerikan

Redaksi, CNBC Indonesia
Kamis, 21/05/2026 13:40 WIB
Foto: Pengendara sepeda motor naik melewati kapal yang rusak setelah gempa bumi dan tsunami menghantam sebuah area di Wani, Donggala, Sulawesi Tengah, Indonesia 3 Oktober 2018. REUTERS / Athit Perawongmetha

Jakarta, CNBC Indonesia - Potensi bencana alam mengerikan kembali membayangi wilayah Indonesia. Para peneliti baru-baru ini mengungkap keberadaan sebuah patahan raksasa yang membentang di bawah Sulawesi. Tak main-main, struktur bumi yang retak ini menyimpan energi masif yang sewaktu-waktu bisa memicu tsunami dahsyat.

Penemuan mengerikan ini berhasil diidentifikasi berkat analisis sinyal sensor oleh Tang Tingwei, seorang peneliti dari Institute of Geology and Geophysics di Chinese Academy of Sciences.

Struktur tersebut tak lain adalah Sesar Palu-Koro, patahan raksasa yang ternyata memanjang jauh hingga ke dasar laut dan membelah kerak Bumi di kedalaman samudra.


Temuan terbaru ini membuktikan bahwa patahan yang berada di garis pantai Sulawesi tersambung langsung dengan sistem sesar di lautan. Alhasil, jika terjadi pergeseran, dampaknya bisa mengguncang sistem laut yang lebih luas dan melontarkan gelombang tsunami raksasa.

Kondisi Ekstrem di Bawah Laut

Kondisi geologis di bawah Laut Sulawesi terbilang sangat ekstrem dan tidak stabil. Di wilayah tersebut, tebal kerak bumi tercatat hanya sekitar 8 kilometer-jauh lebih tipis dibandingkan ketebalan kerak di area sekitarnya yang mencapai 26 kilometer. Bergerak semakin ke utara, kedalamannya bahkan menembus hingga 30 kilometer.

Kontras ketebalan yang ekstrem ini menunjukkan bahwa patahan tersebut menjadi "jembatan" yang menyambungkan beberapa sesar berbeda. Di satu sisi terdapat dasar laut dengan kerak yang tipis, sementara di sisi lain berdiri kerak benua yang jauh lebih tebal.

Perbedaan mencolok inilah yang menjadi alarm bahaya. Pasalnya, tekanan tektonik Bumi biasanya terfokus dan menumpuk di area gesekan antara dua lapisan bumi yang berbeda ketebalan tersebut.

Menjawab Misteri Tsunami Palu 2018

Temuan anyar ini sekaligus menjadi jawaban ilmiah atas teka-teki pemandangan mengerikan saat gempa menghantam Palu pada 28 September 2018 silam. Kala itu, pesisir barat Sulawesi dihantam tsunami sekira 11 meter.

Tinggi gelombang saat itu sempat membuat para ahli terperangah dan di luar prediksi. Sebab, Sesar Palu-Koro merupakan jenis sesar geser (pergerakan ke samping), yang secara teori seharusnya menghasilkan efek "angkat" air laut yang jauh lebih kecil dibanding sesar naik (thrus fault).

Kini misteri itu terpecahkan. Patahan yang meluber jauh dan lebih dalam ke laut membuat dasar laut "bengkok" dan ambles ke bawah secara ekstrem saat gempa terjadi.

Lebih parahnya lagi, pada peristiwa 2018 tersebut, patahan mengalami keruntuhan yang sangat cepat atau dikategorikan sebagai fenomena super shear. Kecepatan robekan batuan yang luar biasa ini membuat energi destruktif gempa merembet lebih luas di sepanjang jalur patahan, termasuk mengocok sistem hidrologi di Laut Sulawesi.

Dengan fakta bahwa patahan ini saling terkoneksi, gempa yang berpusat di daratan Sulawesi tidak lagi hanya menjadi ancaman bagi warga di darat, melainkan berpotensi besar menggerakkan dasar laut dan memicu gelombang tsunami yang mematikan. 


(fab/fab) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Infrastruktur Data Perkuat Daya Saing Bisnis Ekonomi Digital