Fitur Baru Google Bisa Cek Foto Asli atau Hasil Editan, Begini Caranya
Jakarta, CNBC Indonesia - Pengguna Google Search dan Google Chrome lebih mudah lagi mengenali sebuah gambar buatan AI. Dalam pengumuman terbaru di Google I/O, raksasa teknologi mengumumkan perluasan penggunaan alat deteksi AI ke dalam produk-produk tersebut.
Sebelumnya alat pendeteksi AI telah tersedia di aplikasi Gemini. Sistem watermark tidak terlihat SynthID telah diujicoba selama bertahun-tahun dan telah dirilis ke publik pada akhir 2025 lalu.
"Kami menambahkan verifikasi kredensial konten pada seluruh produk. Ini akan menunjukkan asal usul suatu konten, apakah berasal dari AI atau kamera, dan apakah konten telah diedit dengan alat AI generatif," kata CEO Alphabet, Sunda Pichai, dikutip dari Cnet, Rabu (20/5/2026).
SynthID akan mengenali keaslian gambar yang dibagikan pengguna. Aplikasi Gemini akan memberitahukan pada pengguna soal asal gambar tersebut.
Pichai menjelaskan SynthID digunakan pada lebih dari 100 miliar gambar dan video dan 60 ribu tahun aset audio. Selain itu jutaan orang disebut menggunakan detektor AI tersebut pada aplikasi Gemini.
Dengan perluasan tersebut, pengguna bisa memanfaatkan fitur Circle to Search untuk menanyakan apakah gambar berasal dari AI atau tidak.
Selain itu, pengguna dapat klik kanan pada gambar yang tersedia secara online. Berikutnya tinggal menanyakan apakah dihasilkan melalui AI.
Google juga memperluas penggunaan SynthID tidak lagi mengindetifikasi hanya pada konten buatan Gemini saja. Ini dilakukan dengan bekerja sama sejumlah perusahaan seperti ChatGPT OpenAI dan generator suara AI Eleven Labs.
"Kami berharap bisa memperluas kerja sama dengan lebih banyak mitra dan menerapkan standar transparansi pada era AI," ucapnya.
(fab/fab) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]