Pensiunan Beli Batu Buat Bangun Tembok, Ternyata Harta Karun Langka
Jakarta, CNBC Indonesia - Seorang pensiunan peternak ayam asal Australia Mihail Mihailidis membeli bongkahan batu tak biasa di sebuah tambang lokal saat akan membuat dinding penahan. Batu itu ternyata memiliki jejak makhluk purba.
Bongkahan batu yang dibelinya memiliki garis luar yang cukup aneh, menggambarkan ada sesuatu yang terawetkan di sana. Seperti ada makhluk dengan tulang belakang, anggota badan dan tubuh yang pernah bergerak di air.
Mihailidis memutuskan menyumbangkan batu tersebut ke Museum Australia. Beberapa dekade setelahnya, pada 2023, para ilmuwan menemukan deskripsi yang pas untuk makhluk yang 'terjebak' di dalamnya.
Mereka menyebut makhluk itu sebagai Arenaerpeton supinatus, kerabat langka amfibi modern yang pernah punah dan masuk dalam kelompok temnospondyl. Makhluk yang hidup ratusan juta tahun lalu mirip dengan salamander prasejarah.
"Namun dari ukuran tulang rusuk dan garis besar jaringan lunak yang terawetkan pada fosil, kita bisa melihat jauh lebih kekar daripada keturunannya yang hidup sekarang. Makhluk itu juga punya beberapa gigi yang mengerikan, termasuk sepasang taring seperti gigi di langit mulutnya," kata ahli paleontologi dari Universitas New South Wales (UNSW( dan Museum Australia, Lachlan Hart, dikutip dari Science Alert, Selasa (19/5/2026).
Temuan dalam batuan pasir milik Mihailidis cukup unik. Sebab dalam kebanyakan kasus biasanya hanya terdiri dari fragmen seperti tulang atau gigi.
Kerangka yang lengkap sulit seperti temuan ini sangat sulit ditemukan. Termasuk menemukan fitur halus seperti kulit atau garis luar tubuh yang hampir tidak bisa melewati proses lama menjadi fosil dalam keadaan utuh.
Temuan itu memiliki kerangka yang hampir lengkap dan tersusun sempurna. Termasuk masih menyimpan jejak jaringan lunak, sesuatu yang jarang ditemukan pada fosil apapun.
"Kita jarang menemukan kerangka kepala dan tubuh yang masih menyatu, dan pelestarian jaringan lunak adalah kejadian lebih langka lagi," dia menjelaskan.
Spesimen itu hanya kehilangan ekornya. Namun diyakini memiliki panjang sekitar 1,2 meter, lebih besar dari temnospondyl awal di Australia.
Arenaerpeton diyakini berasal dari 240 juta tahun lalu saat periode Trias. Saat itu adalah masa sebelum dominasi dinosaurus di muka Bumi.
Periode tersebut adalah saat Australia masih bergabung dengan superbenua Gondwana. Lokasinya juga lebih dekat dengan Kutub Selatan.
(dem/dem) Add
source on Google