Fosil Misterius 890 Juta Tahun Bikin Ilmuwan Heboh

Novina Putri Bestari,  CNBC Indonesia
14 May 2026 16:45
Fosil Misterius 890 Juta Tahun Bikin Ilmuwan Heboh
Foto: Wilayah terumbu karang di di Ocho Rios, Jamaika. (AP Photo/David Goldman)

Jakarta, CNBC Indonesia — Sebuah penelitian beberapa waktu lalu mengungkapkan temuan hewan yang menjadi kandidat tertua di Bumi. Fosil spons laut yang ditemukan berusia 890 juta tahun, menggeser kandidat sebelumnya yang berumur 300 juta tahun.

Studi yang diterbitkan Nature dan dikutip National Geographic pada 2021 menjelaskan temuan struktur seperti jaring pada sebuah terumbu karang purba Little Dal di barat laut Kanada. Fosil itu juga mirip dengan jaringan yang lebih muda dalam dunia modern.

Fosil itu tersimpan dalam celah terumbu karang. Bedanya dnegan yang ada sekarang, asal muasalnya adalah sianobakteri bukan karang.

Mikroba itu tumbuh dalam lembaran berlendir, membentuk gundukan berlapis. Ini disebabkan karena pasir menempel pada permukaan yang lengket dan mineral yang larut dalam air yang berubah menjadi serpihan padat.

Penulis studi Elizabeth Turner menjelaskan mempelajari Little Dal sejak menjadi mahasiswa pascasarjana di Queen's University Ontario. Dia tertarik dengan fakta sianobakteri dapat membangun terumbu karang.

Namun ternyata ada hal lain yang menarik perhatiannya, yakni serangkaian sampel aneh pada struktur itu. Baru beberapa tahun kemudian petunjuk soal sampe aneh tersebut mulai terungkap.

Penelitian menemukan jaringan berliku yang mirip pada batuan yang jauh lebih muda dari terumbu Little Dal pada beberapa lokasi. Diduga formasi jaringan bisa menjadi sisa fosil dari kelompok yang disebut sebagai spons keratosan.

Spons tersebut berbeda dengan tanda khas dari spons purba, memiliki struktur yang kaku dari jaringan protein spongin. Turner juga kemudian mempelajari sayatan batuan dan mendokumentasi kemiripan karang yang ditemukan.

Organisme itu juga kemungkinan berada pada saat awal Bumi, yakni saat kadar oksigen masuh jauh lebih rendah. Berbeda dengan asumsi bahwa kehidupan hewan perlu oksigen.

Dia juga mengetahui bahwa temuan soal fosil kehidupan di masa lampau dapat memicu kontroversi. Menurutnya temuan tersebut harus dipublikasikan agar dapat didiskusikan dan ditentang.

"Sudah saatnya hal ini dipublikasikan dan disebarkan ke masyarakat untuk didiskusikan dan ditentang," jelasnya.

(mkh/mkh) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Hewan Sebesar Tikus Selamat Dihantam Asteroid, Dinosaurus Kalah


Most Popular
Features