Elon Musk Ngutang ke Karyawan Rp 7 Juta, Ditagih Susah
Jakarta, CNBC Indonesia - Elon Musk dilaporkan berutang sebesar US$420 atau sekitar Rp 7 juta kepada sejumlah karyawan perusahaannya.
Laporan Bloomberg menyebut utang itu merupakan bonus yang dijanjikan kepada pegawai xAI yang bersedia menyerahkan data pajak pribadi mereka untuk dijadikan materi pelatihan chatbot AI Grok.
Mengutip Engadget, Selasa (19/5/2026), program tersebut dijalankan awal tahun ini menjelang tenggat pelaporan pajak di Amerika Serikat (AS) pada 15 April 2026.
xAI disebut ingin meningkatkan kemampuan Grok agar bisa bersaing dengan chatbot AI lain seperti ChatGPT dan Claude yang lebih banyak dipakai pengguna untuk membantu mengurus laporan pajak.
Menurut laporan tersebut, para manajer xAI menawarkan pembayaran tunai US$420 kepada pegawai yang mau menyerahkan dokumen pajak lengkap beserta data pendukung dari tahun ini maupun tahun sebelumnya.
Tak hanya uang, karyawan juga dijanjikan akses awal ke X Money, layanan pembayaran digital yang tengah disiapkan platform media sosial X.
Sejumlah pegawai akhirnya menyerahkan data sensitif tersebut. Namun, hingga berbulan-bulan kemudian, pembayaran yang dijanjikan belum juga diterima.
Para pegawai disebut sempat menagih pembayaran itu, tetapi mendapat informasi bahwa manajer yang menangani program tersebut sudah tidak lagi bekerja di perusahaan. Hingga kini, xAI belum memberikan tanggapan resmi atas laporan Bloomberg.
Angka US$420 yang dijanjikan Musk juga menuai perhatian. Angka tersebut dikenal sebagai referensi budaya ganja yang sudah populer sejak dekade 1970-an dan kerap dipakai Musk dalam berbagai unggahan publiknya.
Sebelumnya, Musk pernah membuat kehebohan setelah menulis di media sosial bahwa dirinya telah mengamankan pendanaan untuk membeli seluruh saham Tesla di harga US$420 per saham.
Pernyataan itu sempat mengguncang pasar hingga Nasdaq menghentikan sementara perdagangan saham Tesla.
Musk kemudian menghadapi gugatan penipuan sekuritas dari SEC, meski akhirnya dinyatakan tidak bertanggung jawab atas kerugian investor setelah unggahan tersebut.
Dalam persidangan kasus tersebut, Musk mengatakan bahwa hanya karena dirinya mengunggah sesuatu, "bukan berarti orang akan mempercayainya atau bertindak sesuai unggahan tersebut."
(fab/fab) Add
source on Google