Prabowo Warning Aparat Nakal Jadi Bekingan Judol dan Narkoba

Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
Sabtu, 16/05/2026 20:45 WIB
Foto: Presiden Prabowo Subianto meresmikan Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026). (Tangkapan Layar Youtube/Sekretariat Presiden)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memberikan peringatan kepada aparat nakal yang melindungi gembong narkoba hingga bandar judi online (judol). Dia menegaskan pentingnya pembenahan internal aparat penegak hukum dan meminta seluruh aparat-mulai dari hakim, poilsi, jaksa, hingga tentara-membersihkan institusi dari praktik penyelewengan.

Menurutnya, aparat yang bersih merupakan kunci memberikan pelayanan maksimal untuk rakyat Indonesia, tak terkecuali kaum buruh. Hal itu disampaikan Prabowo saat meresmikan Museum Pahlawan Nasional Marsinah di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5).

Presiden kembali menekankan bahwa aparat negara tidak boleh terlibat ataupun memberikan perlindungan terhadap pelanggaran hukum, terutama praktik perjudian, narkoba, hingga penyelundupan ilegal.


"Saya ulangi, seluruh aparat harus memperbaiki diri, harus membersihkan diri, harus berani koreksi. Jangan justru aparat yang di belakang penyelewengan. Aparat backing penyelewengan. Aparat backing penyeludupan, backing narkoba, backing judi," ujar Prabowo.

Menurut kepala negara, langkah pembenahan aparat telah mulai dirintis oleh pimpinan TNI dan Polri. Karena itu, ia berharap reformasi internal terus diperkuat agar institusi penegak hukum semakin profesional, bersih, dan berpihak kepada kepentingan rakyat.

Prabowo juga mengingatkan agar aparat negara kembali pada jati dirinya sebagai pelayan rakyat yang dicintai masyarakat.

"Saya mengimbau atas nama rakyat, jadilah tentara rakyat, jadilah polisi yang dicintai rakyat," katanya.


(hsy/hsy) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: CEO Nvidia Ikut Lawatan Trump ke China Bahas Bisnis & Chip AI