Dorong Produk Lokal, Shopee Tebar Voucher Rp 100 M Sejak Awal Tahun
Jakarta, CNBC Indonesia - Dalam rangka menjaga daya beli masyarakat terhadap produk lokal, Shopee menebar voucher khusus untuk menarik minat pembeli. Keberadaan voucher digital ini menjadi salah satu strategi untuk mendorong transaksi di e-commerce.
Selama periode Januari-Mei 2026, Shopee telah menggelontorkan Rp 100 miliar dalam bentuk voucher toko untuk membantu meningkatkan penjualan produk lokal. Sementara sepanjang tahun 2025 lalu, Shopee juga telah mengalokasikan sekitar Rp 165 miliar dalam bentuk yang sama guna membantu seller produk lokal meningkatkan transaksi sekaligus menarik lebih banyak pembeli.
Untuk kali ini, Shopee Indonesia meluncurkan program voucher toko eksklusif, yakni Voucher Akselerasi Usaha Lokal, bagi seller UMKM yang berkomitmen menjual 100% produk lokal pada pertengahan Mei 2026. Melalui program ini, penjual yang memenuhi syarat akan secara otomatis menerima voucher senilai Rp 500.000 per toko mulai 17 Mei 2026 yang dapat langsung digunakan untuk menarik pembeli saat bertransaksi di toko mereka.
Setelah itu, voucher akan diberikan secara rutin setiap tanggal 17 pada bulan berikutnya guna membantu meningkatkan daya tarik produk lokal dan mendorong pertumbuhan penjualan secara berkelanjutan.
Deputy Director of Public Affairs Shopee Indonesia, Radynal Nataprawira mengatakan, dukungan yang konsisten dan relevan menjadi kunci penting agar usaha lokal dapat terus berkembang dan berdaya saing di tengah pertumbuhan ekonomi digital yang semakin cepat.
"Kami melihat dukungan promosi dalam bentuk voucher memberikan dampak nyata dalam membantu meningkatkan minat beli konsumen dan memperbesar peluang transaksi. Berangkat dari efektivitas tersebut, Shopee menghadirkan Voucher Akselerasi Usaha Lokal sebagai bentuk dukungan tambahan bagi Penjual dengan 100% produk lokal agar dapat berkembang lebih berkelanjutan," ujar Radynal dalam keterangannya, Selasa (12/5/2026).
Voucher digital pun masih menjadi salah satu strategi promosi yang efektif dalam mendorong transaksi di e-commerce. Berbagai riset menunjukkan bahwa kehadiran voucher dan diskon mampu meningkatkan minat belanja sekaligus mendorong konsumen menyelesaikan transaksi yang sempat tertunda.
Sepanjang 2025, kampanye Hari Belanja Lokal telah membantu penjual lokal meningkatkan penjualan hingga 2 kali lipat melalui dukungan berbagai voucher selama periode kampanye. Sementara itu, kanal Shopee Pilih Lokal juga membantu penjual mencatat peningkatan pendapatan hingga 40% pada tahun lalu melalui berbagai promo khusus produk lokal, didukung oleh kehadiran berbagai jenis voucher Shopee.
"Data internal kami menunjukkan bahwa dukungan promosi dan subsidi dari platform menjadi salah satu stimulus penting untuk menjaga daya saing usaha lokal dan mendorong pertumbuhan transaksi secara berkelanjutan di ekosistem digital. Melalui dukungan ini, kami ingin memastikan produk lokal tidak hanya hadir di ekosistem digital, tetapi juga mampu menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia serta memiliki daya saing yang semakin kuat di era digital," jelas Radynal.
Hal tersebut juga diperkuat temuan perusahaan teknologi dan analitik data Inmar Intelligence, yakni sekitar 83% konsumen mengaku mengubah perilaku belanjanya karena adanya voucher, mulai dari melakukan pembelian lebih cepat dari rencana awal hingga membelanjakan lebih banyak dari yang sebelumnya diniatkan.
Di sisi lain, perilaku konsumen digital saat ini juga menunjukkan tingginya ketertarikan terhadap promo dan potongan harga sebelum menyelesaikan transaksi. Riset Statista juga mencatat bahwa rata-rata pembeli online menghabiskan sekitar 5-10 menit untuk mencari voucher digital sebelum checkout, dengan tingkat keberhasilan menemukan kode voucher yang valid berkisar antara 10-30%.
Seller Mengakui Voucher Beri Dampak Positif ke Pertumbuhan Usaha
Pemilik toko online Trendy Spring Bed, Vincentius Leonardo menilai bahwa program voucher dan promosi di marketplace memang menjadi salah satu faktor yang cukup efektif dalam membantu mendorong penjualan dan menarik traffic konsumen. Voucher dan subsidi ongkir juga dianggap mampu meningkatkan daya tarik produk di tengah persaingan e-commerce yang semakin ketat, terutama untuk kategori produk rumah tangga dengan kebutuhan pengiriman besar seperti spring bed.
"Kami memang sudah memperhitungkan biaya platform ke dalam struktur harga sejak awal, seperti halnya biaya distribusi di kanal mana pun. Bedanya di marketplace, platform juga menghadirkan voucher dan promosi yang langsung menarik traffic pembeli. Jadi konsumen mendapat harga yang kompetitif, dan kami tetap bisa menjaga margin. Buat saya, ini bukan beban ini biaya marketing biasa saja," kata Vincentius.
Pengakuan ini menjadi pertanda bahwa voucher merupakan bagian penting dalam pengalaman belanja online sekaligus faktor yang dipertimbangkan konsumen dalam menentukan keputusan akhir pembelian. Tidak hanya berfungsi sebagai insentif tambahan, voucher juga memiliki pengaruh besar dalam mendorong keputusan pembelian konsumen.
Kendati demikian, di tengah perubahan perilaku belanja masyarakat yang semakin digital, program voucher diharapkan dapat menjadi solusi yang memberikan manfaat bagi seller maupun konsumen. Selain membantu meningkatkan transaksi dan traffic toko, inisiatif ini juga diharapkan mampu menghadirkan pengalaman belanja yang lebih menarik sekaligus mendukung pertumbuhan produk lokal di platform e-commerce.
(dpu/dpu) Add
source on Google