Pilih Minum Teh atau Kopi Tentukan Risiko Osteoporosis, Ini Kata Ahli

Redaksi, CNBC Indonesia
Senin, 11/05/2026 20:20 WIB
Foto: Ilustrasi Lansia (Mayapada Hospital)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kebiasaan minum teh atau kopi bukan sekadar soal selera atau ritual pagi. Sebuah penelitian terbaru mengungkapkan bahwa jenis minuman yang dikonsumsi setiap hari ternyata dapat berdampak signifikan terhadap kesehatan tulang, khususnya pada wanita lanjut usia.

Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Nutrients dan dilansir dari ScienceAlert, Senin (6/5/2026), dilakukan oleh para peneliti dari Flinders University, Australia. Mereka menganalisis kebiasaan minum teh dan kopi pada sekitar 9.700 wanita di Amerika Serikat yang berusia di atas 65 tahun selama kurun waktu hampir 10 tahun.

Osteoporosis atau pengeroposan tulang merupakan masalah kesehatan yang umum terjadi pada wanita usia 50 tahun ke atas. Sekitar satu dari tiga wanita didiagnosis mengalami kondisi ini yaitu tulang menjadi rapuh dan lebih rentan patah.


Risiko ini meningkat seiring bertambahnya usia, terutama setelah menopause. Hal ini disebabkan oleh penurunan hormon estrogen yang berperan penting dalam metabolisme tulang. Selain itu, operasi pengangkatan indung telur (ovarium) juga dapat memberikan efek serupa.

Teh Lebih Baik untuk Kepadatan Tulang?

Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan dampak yang cukup jelas antara konsumsi teh dan kopi.

Wanita yang rutin minum teh ternyata memiliki kepadatan mineral tulang (bone mineral density/BMD) di area pinggul yang sedikit namun signifikan lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak meminumnya.

Para peneliti menduga manfaat ini berasal dari senyawa dalam teh yang disebut katekin. Senyawa ini dipercaya dapat memberikan dorongan positif pada sel-sel yang bertugas membangun tulang.

"Bahkan peningkatan kecil dalam kepadatan tulang dapat berarti lebih sedikit kasus patah tulang dalam populasi yang besar," ujar ahli epidemiologi dari Flinders University, Enwu Liu.

Menariknya, konsumsi teh juga terbukti memberikan efek menguntungkan khususnya pada wanita yang mengalami obesitas.

Risiko Kopi dan Alkohol

Sementara itu, konsumsi kopi memberikan hasil yang beragam. Penelitian menemukan bahwa wanita yang minum kopi lebih dari lima cangkir sehari cenderung memiliki tingkat kepadatan tulang yang lebih rendah.

Hal ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menyebutkan bahwa kafein dapat berdampak negatif pada penyerapan kalsium oleh tubuh.

Risiko ini tampaknya makin meningkat jika dikombinasikan dengan kebiasaan lain. Peneliti mencatat bahwa konsumsi kopi dalam jumlah berapa pun dikaitkan dengan penurunan kepadatan tulang pada wanita yang juga memiliki riwayat konsumsi alkohol dalam jumlah tinggi.

Meskipun demikian, para peneliti menegaskan bahwa temuan ini tidak berarti masyarakat harus berhenti minum kopi total atau meminum teh secara berlebihan.

"Hasil kami tidak berarti Anda harus berhenti minum kopi atau mulai minum teh sebanyak galon," jelas Liu.

Namun, hasil ini menyarankan bahwa konsumsi teh dalam jumlah wajar bisa menjadi salah satu cara sederhana untuk mendukung kesehatan tulang. Sebaliknya, mengonsumsi kopi dalam jumlah yang sangat tinggi mungkin kurang ideal, terutama bagi wanita yang juga gemar minum alkohol.

"Meski kalsium dan vitamin D tetap menjadi kunci utama kesehatan tulang, apa yang ada di cangkir Anda juga bisa berperan. Bagi wanita lansia, menikmati secangkir teh setiap hari bisa menjadi langkah kecil menuju tulang yang lebih kuat," tambahnya.

Namun, sebagian besar responden dalam penelitian ini adalah wanita berkulit putih sehingga hasilnya mungkin belum bisa digeneralisasi sepenuhnya untuk kelompok etnis lainnya.


(dem/dem) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Fortinet Accelerate 2026: Memimpin Keamanan Siber di Era AI