Bangkitnya Raja Internet Lama, Nvidia Minggir Dulu
Jakarta, CNBC Indonesia - Raksasa chip AI, Nvidia sempat tersingkir oleh Alphabet. Induk usaha Google itu melampaui dalam kapitalisasi pasar pada perdagangan setelah jam kerja minggu lalu.
CNBC Internasional mencatat saham perusahaan melompat 160% dalam setahun terakhir. Wall Street menilai Google memiliki kekuatannya sendiri dalam sektor AI.
Perusahaan berada dalam posisi terbaiknya dari model yang dikembangkan sendiri, jaringan distribusi yang besar, atau unit cloud yang menghasilkan uang dari bisnis yang berkembang pesat.
"Google merupakan salah satu dari dua perusahaan AI yang punya posisi terbaik karena memiliki sebagian besar infrastruktur yang dibutuhkan," kata managing partner Deepwater Asset Management, Gene Munster, dikutip Senin (11/5/2026).
"Chip, model, infrastruktur, dan distribusi. Mereka juga sangat menguntungkan," ucapnya menambahkan.
Analis di JPMorgan juga menyebut saham Alphabet jadi pilihan utama secara keseluruhan untuk sektor teknologi. Ini merujuk pada pertumbuhan yang cepoat hingga pesanan cloud menjadi US$462 miliar.
Para investor menilai Google memiliki banyak cara menghasilkan uang dan bisa bersaing di industri yang sangat ketat ini. Raksasa mesin pencarian diketahui memiliki model AI Gemini, unit penelitian DeepMind, komputasi Google Cloud, hingga menambahkan fitur AI dalam produknya serta Android.
Meski sempat dilampaui, Nvidia kembali memimpin akhir pekan lalu dengan kapitalisasi US$5,2 triliun. Sementara Alphabet berada di belakangnya sebesar US$4,8 triliun.
Namun pasar AI juga sempat ramai dengan berita model AI Anthropic berencana membelanjakan US$200 miliar untuk Google Cloud. Rencananya investasi lima tahun itu untuk daya komputasi 5 gigawatt.
(dem/dem) Add
source on Google