Kejayaan Nvidia Bisa Tamat, Raja Internet Lawas Akhirnya Bangkit

Redaksi, CNBC Indonesia
Rabu, 06/05/2026 18:50 WIB
Foto: NVIDIA. (REUTERS/Dado Ruvic/Illustration/File Photo/File Photo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Alphabet (Google) makin dekat untuk menggeser posisi Nvidia sebagai perusahaan paling bernilai di dunia. Hal ini menunjukkan upaya Alphabet untuk tetap relevan merajai sektor teknologi, ketika lanskap industri sudah bertransformasi ke era kecerdasan buatan (AI).

Alphabet mulai mengejar ketinggalan dalam perlombaan AI. Sahamnya melonjak dan memecahkan rekor gara-gara ledakan bisnis cloud dan upaya pengembangan AI.


Sebenarnya, sudah lama Alphabet tidak menduduki posisi pertama sebagai perusahaan paling mahal di dunia. Alpbahet terakhir kali memegang posisi tersebut pada Februari 2016, sebelum dilengserkan Apple.

Posisi Alphabet saat ini makin krusial dalam lanskap pengembangan AI. Alphabet yang dulunya mengandalkan bisnis mesin pencari dan iklan digital, kini mulai unjuk gigi sebagai penyedia layanan AI dengan platform cloud-nya, serta pesaing Nvidia di sektor chip melalui prosesor terpersonalisasi yang sudah menggaet klien seperti Anthropic.

Dalam beberapa bulan terakhir, Alphabet mampu membuat Wall Street terkagum-kagum berkat pertumbuhan bisnis cloud yang jauh melampaui ekspektasi pasar, serta mengalahkan pesaing-pesaing besar lainnya seperti Amazon dan Microsoft.

Kinerja moncer Alphabet memberikan investor rasa percaya diri bahwa investasi ratusan miliar dolar yang dikeluarkan untuk AI akan memberikan imbalan nyata.

"Ini sebenarnya tentang pengeluaran modal (capex) dari perusahaan komputasi cloud berskala besar dan, sampai batas tertentu, tanda-tanda awal monetisasi yang lebih baik, khususnya untuk Alphabet, dibandingkan dengan 'rantai makanan' AI yang lebih luas, yang mencakup pusat data, jaringan listrik, dan energi," kata Stephanie Link, kepala strategi investasi di Hightower Advisors, dikutip dari Reuters, Rabu (6/5/2026).

Kapitalisasi pasar Nvidia terakhir berada di angka mendekati US$4,79 triliun pada Selasa (5/5) pagi waktu setempat, jauh di bawah rekor tertingginya sekitar US$5,2 triliun. Sedangkan Alphabet berada di angka US$4,67 triliun, mendekati rekor tertingginya.


(fab/fab) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Komdigi Mau Adopsi AI Hingga Pelosok, Infrastruktur Siap?